Bang Jeck

Inspiratif, Lissa Batik Lahir dari Rumah Sederhana, Kini Angkat Budaya Bungo

Dari tangan kreatif Ny. Lia Syarif, batik Bungo tak sekadar kain—melainkan identitas dan kebanggaan daerah. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Perjalanan Lissa Batik menjadi bukti bahwa hobi dapat berkembang menjadi usaha kreatif bernilai ekonomi sekaligus berperan dalam pelestarian budaya daerah.

Usaha ini dirintis oleh Ny. Lia Syarif, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 7 Koramil 416-06/Muara Bungo Dim 0416/Bungo Tebo. Ketertarikannya pada seni membatik bermula saat mengikuti pelatihan di Desa tempat tinggalnya pada tahun 2022.

Usai pelatihan, Ny. Lia mulai membatik secara mandiri di rumah dengan peralatan sederhana. Awalnya, aktivitas tersebut hanya untuk menyalurkan minat sekaligus mengisi waktu luang di sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Baca Juga :  Dari Rumah Prajurit, Istri TNI di Bungo Ini Sukses Angkat Batik Lokal hingga Dilirik Publik

Seiring waktu, hasil karyanya mulai mendapat perhatian. Pesanan pertama dari seorang guru menjadi titik awal berkembangnya usaha yang kemudian diberi nama “Lissa Batik.”

Berbekal semangat belajar, Ny. Lia terus meningkatkan kualitas produk dengan mengikuti berbagai pelatihan serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan motif khas daerah.

Lissa Batik menghadirkan ragam motif yang terinspirasi dari kekayaan budaya Kabupaten Bungo, seperti Bungo Dani, Putrimalu, Pakis, hingga Rumah Adat. Motif-motif ini menjadi identitas yang membedakan produknya dari batik daerah lain.

Baca Juga :  Bukan Mawar Penghias Taman, Tapi Melati Pagar Bangsa

Melalui karya tersebut, Lissa Batik membuktikan bahwa batik lokal memiliki nilai seni dan daya saing yang mampu menarik minat masyarakat luas.

Ny. Lia berharap, usahanya dapat memperkenalkan batik khas Bungo kepada generasi muda sekaligus menginspirasi perempuan untuk berkarya dan membantu perekonomian keluarga.

Kehadiran Lissa Batik menjadi bukti bahwa dari ketekunan dan konsistensi, lahir karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga warisan budaya daerah. (**)