Bang Jeck

Dari Hulu ke Hilir: Saatnya Jambi Menjadi Pusat Industri Bernilai Tambah

Yulfi Alfikri Noer S. IP., M.AP Akademisi UIN STS Jambi

Namun hingga kini, belum tampak adanya strategi komprehensif dalam membangun politeknik industri, balai latihan kerja (BLK), atau pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan kawasan industri.

Tanpa langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kerja lokal, kawasan industri berisiko menjadi enclave ekonomi, yaitu kawasan industri yang tumbuh tertutup dan tidak menyatu dengan lingkungan sosial-ekonomi sekitarnya, sehingga manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Menyerap tenaga kerja dari luar, tanpa memberi dampak signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Di sisi lain, dampak ekologis dari industrialisasi perlu menjadi perhatian serius.

Baca Juga :  Menghidupkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan memperhatikan Kesejahteraan Petani

Kawasan seperti Taman Rajo dan Kemingking memiliki sensitivitas tinggi terhadap lingkungan karena berdekatan dengan aliran sungai utama dan jalur pipa energi. Tanpa dokumen AMDAL yang ketat dan pengawasan independen yang kredibel, biaya sosial dan lingkungan dari proses hilirisasi dapat melampaui manfaat ekonominya.
RTRW Provinsi Jambi 2023–2043 telah menetapkan lima kawasan industri strategis:

• Ujung Jabung (~4.445 Ha)
• Kemingking (~2.639 Ha)
• Muara Sabak Barat (~1.407 Ha)
• Lontar Papuyu
• Taman Rajo

Baca Juga :  Peran Penting Rehabilitasi Sebagai Penegakan Hukum dalam Penyalahgunaan Narkotika

Kondisi ini menunjukkan bahwa hilirisasi tidak bisa berdiri sendiri sebagai agenda pembangunan. Ia memerlukan sinergi lintas sektor, keterpaduan antara perencanaan spasial dan kebijakan energi, serta komitmen nyata dalam menuntaskan hambatan dasar yang selama ini menghambat transformasi struktural ekonomi daerah.

Dalam konteks Jambi, keberhasilan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau peta kawasan industri, tetapi juga oleh keberanian dalam mengeksekusi kebijakan secara progresif dan inklusif.