Langkah konkret Pemprov terlihat dari dorongan terhadap pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung sebagai gerbang ekspor baru, serta Kawasan Industri Kemingking di Muaro Jambi yang dirancang sebagai simpul pengolahan kelapa sawit, karet, kelapa, pinang, dan batubara. Namun, pasokan listrik menjadi hambatan serius. Kebutuhan energi kawasan industri diperkirakan mencapai 250 MW, sementara kapasitas terpasang baru sekitar 150 MW (PLN UID S2JB, 2023).
Keterbatasan ini perlu segera diatasi melalui sinergi lintas sektor dan investasi infrastruktur energi.
Inisiatif Kawasan Industri & Hambatan Energi Komitmen Provinsi Jambi dalam mendorong hilirisasi komoditas tercermin jelas dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2023–2043, yang menetapkan lima kawasan industri strategis: Ujung Jabung (4.445 hektare), Kemingking (2.639 hektare), Muara Sabak Barat, Lontar Papuyu, dan Taman Rajo. Secara spasial, kawasan-kawasan ini dirancang saling terhubung, membentuk jejaring ekonomi berbasis sumber daya unggulan.
Ujung Jabung diproyeksikan menjadi pusat logistik berbasis pelabuhan samudera, sementara Kemingking disiapkan sebagai sentra hilirisasi industri yang terintegrasi dengan simpul tol dan kedekatannya dengan Kota Jambi.
Namun demikian, terdapat kesenjangan yang signifikan antara rencana di atas kertas dan realisasi di lapangan. Banyak fasilitas dasar seperti jalan kolektor primer, pelabuhan pengumpul, dan jaringan transmisi listrik dan pengolahan limbah B3 masih dalam tahap perencanaan jangka menengah.
Selain itu, persoalan klasik seperti status lahan yang belum tuntas, tumpang tindih peruntukan ruang, serta potensi konflik sosial akibat minimnya partisipasi masyarakat lokal menjadi ancaman laten yang perlu diantisipasi sejak dini.








