Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying

Al Haris menandatangani deklarasi penolakan paham IRET, TCC dan aksi perundungan (bullying) pada Deklarasi Akbar Belasan Ribu Pelajar se-Provinsi Jambi di GOR Kota Baru Jambi, Kamis (07/05/2026). Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Gubernur Al Haris juga menegaskan bahwa tantangan generasi muda kedepan semakin berat, terutama di era digital yang membuat berbagai pengaruh negatif mudah masuk ke kehidupan remaja.

“Kita harus tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Hindari bullying di sekolah dan jangan sampai salah pergaulan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan, ancaman radikalisme terhadap generasi muda kini semakin nyata, terutama melalui media digital dan platform daring.

Baca Juga :  10 Hewan Kurban Disembelih, Direktur RSUD H Hanafie Bungo Sumbang Satu Ekor Sapi

“Ancaman sekarang tidak lagi datang secara konvensional. Pengaruh radikalisme bisa masuk melalui media sosial, game online, bahkan ruang digital yang setiap hari diakses anak-anak kita,” ujar Kapolda.

Kapolda mengungkapkan berdasarkan data terdapat 116 anak di Indonesia yang terpapar paham radikalisme melalui media digital, termasuk lewat platform permainan daring Roblox.

Ia juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam sejumlah kasus tindak pidana terorisme di Indonesia, termasuk peristiwa bom Surabaya yang melibatkan satu keluarga.

Baca Juga :  Bupati Merangin, Turun Langsung Semprot Cairan Desinfektan

“Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa anak-anak bisa menjadi sasaran bahkan pelaku apabila tidak mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang tepat,” katanya.

Kegiatan deklarasi berlangsung semarak dengan penampilan seni dan kreativitas para pelajar yang turut memeriahkan suasana. Pemerintah berharap deklarasi tersebut mampu memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga persatuan, menjauhi kekerasan, serta menangkal pengaruh radikalisme di lingkungan pendidikan. (Ais)