Jangan Mudah Menolak Nasihat, Ini Makna Perumpamaan Keledai Liar dalam Al-Qur’an

Ilustrasi seorang Muslim merenungkan ayat Al-Qur'an, dengan gambaran keledai liar yang berlari ketakutan dari singa, sebagaimana perumpamaan orang yang berpaling dari peringatan Allah SWT dalam Surat Al-Muddatstsir ayat 49–51. Foto: Madi/ Generate by AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Memberikan nasihat kepada orang lain mungkin terasa mudah. Namun, ketika seseorang justru mendapat nasihat atau teguran, tidak semua mampu menerimanya dengan lapang dada. Sikap tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Muddatstsir ayat 49–51.

Dilansir dari NU Online, Sabtu (31/10/2026), Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad mengingatkan bahwa menasihati orang lain jauh lebih mudah dibandingkan menerima nasihat untuk diri sendiri.

Pesan tersebut berkaitan erat dengan kondisi hati manusia. Seseorang yang memiliki hati terbuka cenderung lebih mudah menerima masukan, sementara sikap merasa paling benar dapat membuat seseorang menolak teguran meskipun mengandung kebaikan.

Baca Juga :  Membangun Keluarga Sakinah, UAS Tekankan Pentingnya Iman, Akhlak dan Saling Menghormati

Fenomena ini juga kerap dijumpai dalam kehidupan modern, terutama di media sosial. Tidak sedikit orang gemar membagikan pesan moral dan motivasi, tetapi justru tersinggung ketika mendapat kritik dari orang lain.

Perumpamaan Keledai Liar dalam Al-Qur’an

Dalam Surat Al-Muddatstsir ayat 49–51, Allah SWT menggambarkan sikap orang-orang yang berpaling dari peringatan melalui perumpamaan keledai liar yang berlari ketakutan.

Baca Juga :  Cara Mendalami Ma’rifatul Islam

Allah SWT berfirman:

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَ ۙ كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌ ۙ فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

Artinya: “Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah) seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut lari dari singa.” (QS. Al-Muddatstsir: 49–51).

Menurut penjelasan Imam Muqatil dalam Tafsir Muqatil bin Sulaiman, ayat tersebut berkaitan dengan kaum kafir Quraisy yang menolak seruan keimanan dan memilih menjauh dari ajaran Al-Qur’an.