SIDAKPOST.ID, JAMBI – Tingkat inklusi keuangan di Provinsi Jambi masih berada di kisaran 92 persen, sementara indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,61 persen. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Jambi Financial Fest 2026 yang digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan Provinsi Jambi di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa (27/10/2026) malam.
Kegiatan bertema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” itu dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya, serta sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas pelajar Sekolah Rakyat, siswa SMA/SMK, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Jambi.
Dalam sambutannya, Al Haris mengapresiasi langkah OJK bersama industri jasa keuangan yang terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Menurutnya, perluasan akses layanan keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin mudah memanfaatkan produk perbankan, asuransi, investasi, dan layanan keuangan formal lainnya.
Al Haris berharap tingkat inklusi keuangan Jambi dapat mencapai bahkan melampaui target nasional lebih cepat, tanpa harus menunggu hingga 2029.
Ia menilai, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas dan produk keuangan. Edukasi mengenai manfaat, keamanan, serta kemudahan penggunaan layanan juga perlu diperkuat.
Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut dinilai penting karena pelajar dan mahasiswa dapat berperan dalam menyebarluaskan pemahaman keuangan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.









