Nilai tersebut meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp52 miliar.
Sementara itu, kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan selama periode tersebut mencapai 144 kegiatan atau meningkat 5,11 persen, dengan jumlah peserta sebanyak 14.697 orang.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, OJK bersama industri jasa keuangan turut memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa peserta Jambi Financial Fest 2026.
Perlindungan asuransi tersebut berlaku selama satu tahun dengan manfaat sesuai ketentuan polis yang diberikan.
Selain memperluas akses layanan, OJK mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk keuangan, terutama dengan memastikan legalitas lembaga dan memahami risiko sebelum menggunakan layanan yang ditawarkan.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan kanal pengaduan resmi OJK apabila mengalami permasalahan terkait layanan jasa keuangan maupun menemukan indikasi penipuan.
Melalui kegiatan Jambi Financial Fest 2026, pemerintah daerah dan OJK berharap peningkatan literasi keuangan dapat berjalan seiring dengan pemerataan akses layanan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Menegaskan pentingnya percepatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh pemangku kepentingan tidak menunda upaya pencapaian target inklusi keuangan.
“Jambi masih tertinggal sekitar satu persen dibandingkan target nasional. Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Al Haris. (ais)









