SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kabel charger menjadi salah satu perlengkapan penting yang hampir setiap hari digunakan untuk mengisi daya ponsel. Namun, tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan kabel pengisi daya cepat rusak, terkelupas, bahkan tidak lagi berfungsi meski baru digunakan beberapa bulan.
Kerusakan kabel charger tidak selalu disebabkan oleh kualitas produk yang buruk. Kebiasaan sehari-hari dalam menggunakan, mencabut, hingga menyimpan kabel juga dapat memengaruhi daya tahannya.
Kabel yang sering ditekuk, ditarik secara paksa, atau dibiarkan terjepit berisiko mengalami kerusakan pada bagian pelindung maupun penghantar listrik di dalamnya.
Selain mengganggu proses pengisian daya, kabel charger yang rusak juga berpotensi menimbulkan masalah keselamatan, terutama jika bagian penghantar listrik sudah terbuka.
Agar kabel charger lebih awet dan tetap aman digunakan, berikut lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
1. Mencabut Kabel dengan Menarik Bagian Talinya
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah mencabut charger dari ponsel dengan menarik bagian kabel, bukan memegang kepala konektornya.
Cara ini dapat memberikan tekanan berlebihan pada sambungan antara kabel dan konektor. Jika dilakukan berulang kali, bagian dalam kabel berisiko mengalami kerusakan.
Sebaiknya, pegang bagian kepala konektor ketika hendak mencabut charger dari ponsel. Lakukan secara perlahan agar sambungannya tidak cepat longgar.
2. Menggunakan Ponsel Saat Mengisi Daya hingga Kabel Tertekuk
Menggunakan ponsel sambil mengisi daya tidak selalu merusak kabel. Namun, kebiasaan memegang ponsel dalam posisi yang membuat kabel tertekuk tajam dapat mempercepat kerusakan.









