Tekanan yang terus-menerus terjadi di dekat ujung konektor dapat membuat lapisan pelindung kabel retak atau terkelupas.
Untuk menghindarinya, letakkan ponsel pada posisi yang memungkinkan kabel tetap lurus atau melengkung secara alami saat pengisian daya berlangsung.
3. Menggulung Kabel Terlalu Kencang
Banyak orang menggulung kabel charger dengan sangat rapat agar mudah dimasukkan ke dalam tas atau saku.
Padahal, gulungan yang terlalu kencang dapat memberikan tekanan pada bagian dalam kabel, terutama jika dilakukan berulang kali pada titik yang sama.
Sebaiknya, gulung kabel secara longgar mengikuti lengkungan alaminya. Gunakan pengikat kabel yang tidak terlalu ketat agar bentuk dan sambungannya tetap terjaga.
4. Membiarkan Kabel Terjepit atau Tertindih Barang Berat
Kabel charger yang dibiarkan berada di bawah bantal, kasur, kaki meja, atau barang berat lainnya berisiko mengalami kerusakan.
Tekanan tersebut dapat merusak lapisan pelindung dan penghantar listrik di dalam kabel. Risiko semakin besar apabila kabel terus digunakan dalam kondisi tertekuk atau terjepit.
Biasakan meletakkan kabel di tempat yang aman, tidak terhimpit, serta jauh dari sumber panas dan benda tajam.
Hindari pula menutup adaptor dan kabel dengan bantal atau selimut saat pengisian daya karena dapat menghambat pelepasan panas.
5. Tetap Menggunakan Kabel yang Sudah Terkelupas
Sebagian pengguna masih memakai kabel charger meskipun bagian luarnya sudah retak atau terkelupas. Bahkan, ada yang membungkus bagian rusak menggunakan selotip agar tetap bisa digunakan.
Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari, terutama jika terlihat kawat, terdapat perubahan warna akibat panas, atau pengisian daya sering terputus.









