Jelang Grand Final Piala Panglima TNI, Ketua ESI Jambi Dukung ALLESSO Kerinci

Tiga pemain tim ALLESSO asal Kabupaten Kerinci yang akan berlaga di Grand Final Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 di Jakarta. Foto: Absah

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Ketua Esports Indonesia (ESI) Provinsi Jambi, Marsma TNI Dwiana Pilihanto, memberikan dukungan moril dan materiil kepada tim ALLESSO asal Kabupaten Kerinci yang akan berlaga di Grand Final Piala Panglima TNI Esports Championship 2026.

Dukungan tersebut disampaikan saat Dwiana menerima tim ALLESSO di Jambi, Rabu (21/10/2026). Tim yang mewakili ESI Kabupaten Kerinci pada cabang PUBG Mobile itu dijadwalkan tampil dalam babak final di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat (23/10/2026).

ALLESSO melaju ke babak puncak setelah menjuarai kualifikasi tingkat Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Dalam kompetisi tersebut, tim asal Kerinci ini mengumpulkan 49 poin dengan 24 kill, mengungguli Sahabat Dame yang meraih 35 poin dan Nailong dengan 33 poin.

Baca Juga :  Sane Cetak Gol Cepat, Jerman Takluk 1-2 dari Ekuador namun Tetap Juara Grup

Tim ALLESSO diperkuat Bima Ikhlas Pratama sebagai kapten, bersama Fariq Alfaridho, Akbar Maulana, dan Rafy Hardo Pratama sebagai pemain inti.

Pada Grand Final Piala Panglima TNI Esports Championship 2026, sebanyak 16 tim juara kualifikasi dari berbagai Kodam di Indonesia akan bersaing dalam enam pertandingan. Ajang tersebut memperebutkan total hadiah Rp500 juta.

Selain hadiah, kompetisi ini juga menjadi jalur menuju PUBG Mobile National Championship (PMNC) ID Grand Finals. Dua tim terbaik dari babak puncak berhak melanjutkan perjuangan ke kompetisi tersebut.

Baca Juga :  Gelar Diskusi Interaktif HAKORDIA 2024, Jasa Raharja Perkuat Komitmen Antikorupsi

Selama mengikuti Grand Final di Jakarta, tim ALLESSO akan didampingi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi ESI Provinsi Jambi, Muhammad Fuadi.

Keikutsertaan ALLESSO menjadi kesempatan bagi atlet esports asal Jambi, khususnya Kabupaten Kerinci, untuk menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini juga diharapkan dapat mendorong perkembangan pembinaan esports serta membuka peluang bagi atlet muda daerah untuk berprestasi melalui kompetisi resmi.