SIDAKPOST.ID, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris kembali turun langsung ke lapangan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, Al Haris bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada meninjau sekaligus ikut menangani karhutla di kawasan Teluk Dawan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (31/8/2026).
Keduanya turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal. Dalam kunjungan tersebut, turut mendampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin serta Bupati dan Wakil Bupati Tanjabtim.
Karhutla di kawasan tersebut diperkirakan telah membakar sekitar 86 hektare lahan gambut, meliputi wilayah Teluk Dawan, Londerang, Manis Mato dan sekitarnya.
Saat dilakukan peninjauan, tidak lagi ditemukan titik api aktif. Namun, asap masih terlihat mengepul di sejumlah lokasi. Dengan kondisi api yang mulai terkendali, tim gabungan kini memfokuskan penanganan pada proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Api yang berada di dalam lapisan gambut dapat terus menjalar meski kobaran api di permukaan sudah tidak terlihat.
“Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati. Tidak. Api terus menjalar, bahkan ketika asapnya hilang, begitu kering bisa timbul lagi. Karena itu, proses pemadaman harus dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam,” kata Al Haris.
Al Haris mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla tersebut, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni hingga pihak perusahaan WKS.
“Ini gabungan dari teman-teman TNI-Polri. Hari ini langsung Pak Pangdam turun ke lapangan bersama kami, ada Pak Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian juga dari WKS yang aktif memantau dan mengawal agar api tidak meluas,” ujarnya.
Menurut Al Haris, tim gabungan menggunakan sejumlah metode untuk mempercepat penanganan karhutla. Selain melakukan penyekatan terhadap titik-titik rawan api, petugas juga membangun intake di Sungai Batanghari untuk mendukung kebutuhan air selama proses pemadaman dan pendinginan.
“Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja, mulai dari menyekat titik api sampai membangun intake di Sungai Batanghari,” katanya.
Al Haris menilai penanganan karhutla di kawasan tersebut menjadi contoh pentingnya kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan agar kebakaran tidak meluas.
“Inilah contoh kita kolaborasi, kebersamaan di lapangan. Kalau kita cuek saja, tidak bisa. Ini rasa memiliki kita punya, kebersamaan kita ada,” tegasnya. (Ais)









