Kesombongan Menurut Islam: Penyakit Hati yang Dapat Menjauhkan Manusia dari Rahmat Allah

Ilustrasi visual konseptual, bukan penggambaran tokoh atau peristiwa tertentu. Foto: AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kesombongan merupakan salah satu penyakit hati yang mendapat perhatian besar dalam ajaran Islam. Sikap merasa diri lebih baik, lebih mulia, atau lebih hebat dibandingkan orang lain bukan hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga dapat menghalangi seseorang memperoleh rahmat Allah SWT.

Di tengah kehidupan modern, kesombongan sering muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang merasa lebih tinggi karena harta, jabatan, ilmu, keturunan, kecantikan, hingga popularitas di media sosial. Tanpa disadari, sikap tersebut dapat mengikis rasa syukur dan menumbuhkan sifat merendahkan orang lain.

Dalam Islam, kesombongan dikenal dengan istilah takabur atau kibr. Rasulullah SAW memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai makna kesombongan.

Baca Juga :  Keutamaan Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Muslim No. 91).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kesombongan bukan hanya ditandai dengan penampilan mewah atau gaya hidup tertentu, melainkan ketika seseorang menolak kebenaran karena merasa dirinya paling benar serta memandang rendah orang lain.

Baca Juga :  Kisah Tragis Seorang Pemuda yang Terlena Dunia

Kesombongan Menjadi Penyebab Iblis Terusir

Kisah paling terkenal tentang kesombongan terdapat dalam peristiwa penolakan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam AS.

Allah SWT berfirman:

“Ia (Iblis) berkata, ‘Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.’”

Kesombongan inilah yang menyebabkan Iblis diusir dari rahmat Allah. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa merasa lebih mulia daripada orang lain merupakan sifat yang sangat dibenci dalam Islam.