SIDAKPOST.ID, SAN FRANCISCO – Timnas Qatar berhasil mencatat sejarah baru di ajang Piala Dunia FIFA 2026 setelah meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia yang digelar di luar negeri. Hasil itu didapat usai menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 pada laga Grup B yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat.
Berdasarkan pantauan sidakpost.id melalui siaran langsung pertandingan, Qatar terhindar dari kekalahan berkat gol bunuh diri pemain Swiss, Miro Muheim, pada masa injury time tepatnya menit ke-90+4.
Sebelumnya, Swiss lebih dulu unggul melalui eksekusi penalti Breel Embolo pada menit ke-17. Hadiah penalti diberikan setelah Mahmoud Abunada melakukan pelanggaran terhadap Remo Freuler di kotak terlarang.
Sejak awal pertandingan, Swiss tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Dan Ndoye beberapa kali mengancam pertahanan Qatar, sementara gelandang Michel Aebischer nyaris menggandakan keunggulan sebelum turun minum, namun sepakannya berhasil disapu tepat di garis gawang.
Meski tertekan, Qatar sempat memperoleh peluang emas pada menit kedua melalui Edmilson Junior setelah memanfaatkan kesalahan bek Swiss Manuel Akanji. Namun tembakannya masih mampu diamankan kiper Gregor Kobel.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun. Swiss tetap menguasai jalannya laga dan terus berupaya mencari gol tambahan melalui Juan Vargas maupun Embolo. Namun kegagalan memaksimalkan peluang menjadi petaka bagi tim asuhan Murat Yakin.
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Swiss, Qatar justru mampu menyamakan kedudukan. Umpan silang Homam Ahmed yang mengarah ke kotak penalti berusaha dihalau Miro Muheim yang berada dalam tekanan Boualem Khoukhi. Namun sundulannya justru masuk ke gawang sendiri dan mengubah skor menjadi 1-1.
Hasil tersebut membuat seluruh tim di Grup B sama-sama mengoleksi satu poin setelah laga pembuka. Swiss, Qatar, Kanada, dan Bosnia-Herzegovina kini berada dalam posisi yang seimbang di klasemen sementara.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu.
“Hanya berada di sini sudah menjadi sejarah bagi kami. Mendapat satu poin melawan Swiss, yang menurut saya merupakan salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, adalah hal yang penting. Kami mampu bertahan dalam momen-momen sulit dan tidak kehilangan ketenangan saat tertinggal,” ujar Lopetegui.
Sementara itu, pelatih Swiss Murat Yakin menyesalkan kegagalan timnya memanfaatkan banyak peluang yang tercipta sepanjang pertandingan.
“Kami memiliki 26 tembakan hari ini, tetapi tidak cukup efektif untuk mencetak gol tambahan. Kami bermain sesuai rencana dan menciptakan banyak peluang, namun kurang tajam dalam penyelesaian akhir,” katanya.
Kapten Swiss, Granit Xhaka, juga mengakui timnya harus belajar dari hasil tersebut.
“Jika Anda tidak memanfaatkan peluang, itu akan menghukum Anda. Kami kehilangan ritme permainan di akhir laga dan itu tidak boleh terjadi di level ini. Qatar menunggu momen mereka, dan mereka mendapatkannya pada menit ke-94,” ujar Xhaka. (Sum)







