UAS: Omongan Manusia Ibarat Tumpukan Batu, Dipikul atau Dijadikan Menara?

Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya yang menentramkan hati. Foto: Ustadz Abdul Shomad Official

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Dalam kajian yang disampaikan melalui saluran dakwah Ustadz Abdul Somad pada Rabu (11/6/2026), terselip pesan reflektif tentang cara menyikapi penilaian dan komentar manusia dalam kehidupan sehari-hari.

“Omongan manusia itu ibarat tumpukan batu. Apakah kamu akan memikulnya sehingga punggungmu hancur, ataukah kamu akan memijaknya laksana menara yang menjadikanmu menjulang tinggi.”

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua perkataan orang lain harus dibawa sebagai beban. Dalam kehidupan, seseorang tidak bisa mengendalikan apa yang dikatakan orang lain, tetapi dapat menentukan bagaimana meresponsnya.

Baca Juga :  Akhlak terhadap Lingkungan: Amanah Seorang Muslim

Perumpamaan “tumpukan batu” menggambarkan kritik, cibiran, penilaian, bahkan komentar yang terus datang dalam perjalanan hidup. Jika semuanya dipikul dan disimpan dalam hati, yang lahir adalah kelelahan, kecewa, dan hilangnya arah.

Namun jika dijadikan pijakan untuk memperbaiki diri, membangun keteguhan, dan meningkatkan kualitas hidup, maka omongan itu justru berubah menjadi jalan untuk bertumbuh.

Pesan ini sejalan dengan tema yang kerap disampaikan Ustadz Abdul Somad tentang pentingnya tidak menggantungkan nilai diri pada pujian atau penilaian manusia, melainkan tetap berbuat baik dengan niat yang lurus dan tujuan yang benar.

Baca Juga :  Menjaga Cinta dan Kasih Sayang dalam Pernikahan Menurut Ajaran Islam

Kajian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang akan menghadapi penilaian. Yang membedakan bukan banyaknya omongan orang, tetapi cara seseorang mengolahnya: dipikul hingga melemahkan, atau dijadikan pijakan untuk naik lebih tinggi.

Sumber: Kajian Ustadz Abdul Somad
Editor: Madi