SIDAKPOST.ID, PUNCAK – Satuan Tugas Yonif 142/Ksatria Jaya (Satgas Yonif 142/KJ) di bawah Komando Operasi Habema TNI kembali berhasil mengajak tiga anggota Kelompok TPNPB-OPM Kodap XXVIII/Sinak untuk menyatakan ikrar setia dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi ikrar berlangsung di Pos Agandugume, Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Ketiga eks anggota TPNPB-OPM tersebut berasal dari Kelompok Kalenak Murib. Mereka diketahui sebelumnya terlibat dalam aksi gangguan tembakan saat kegiatan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada tahun 2025. Dalam acara Ikrar NKRI, ketiganya secara resmi menyatakan kesetiaan kepada NKRI serta komitmen meninggalkan gerakan separatis bersenjata.
Prosesi ikrar setia ini disaksikan langsung oleh aparat keamanan (Apkam) serta para tokoh masyarakat Distrik Agandugume.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh haru, menandai langkah baru bagi ketiga eks anggota kelompok bersenjata tersebut untuk kembali hidup berdampingan secara damai bersama masyarakat.
Dalam pernyataan ikrarnya, ketiga eks TPNPB-OPM menegaskan kesediaan untuk mendukung keamanan, ketertiban, serta pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Distrik Agandugume.
Mereka juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk gerakan separatis yang dinilai hanya membawa penderitaan bagi masyarakat.
Salah satu perwakilan eks TPNPB-OPM, Kataw Kulua, menyampaikan bahwa keputusan kembali ke pangkuan NKRI diambil atas kesadaran pribadi tanpa paksaan dari pihak manapun.
Ia mengakui bahwa jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat, melainkan menghambat kemajuan dan kesejahteraan rakyat Papua.
“Saya kembali karena sadar bahwa kekerasan tidak membawa masa depan. Saya ingin hidup damai bersama keluarga dan masyarakat,” ujar Kataw Kulua.
Sementara itu, Danpos Agandugume Satgas Yonif 142/KJ, Kapten Inf Muh Zandra, menyampaikan apresiasi atas keberanian ketiga eks anggota TPNPB-OPM yang telah memilih kembali ke NKRI. Ia berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi simpatisan lainnya.
“Kepada saudara-saudara kita yang pada hari ini telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh atau mengikuti kelompok TPNPB-OPM , serta melaporkan kepada Apkam setempat apabila mengetahui keberadaan simpatisan atau anggota TPNPB-OPM untuk ditindaklanjuti,” tegas Kapten Zandra.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh propaganda kelompok TPNPB-OPM serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui keberadaan simpatisan maupun anggota kelompok tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Meinus Tabuni. Ia mengapresiasi langkah berani yang diambil oleh ketiga eks TPNPB-OPM tersebut dan berharap ikrar setia ini menjadi pemantik kesadaran bagi pihak lain yang masih bertahan di jalan separatisme.
“Kami berharap semakin banyak saudara-saudara kita yang kembali, sehingga Papua bisa benar-benar aman, damai, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut,” ujar Meinus.
Dengan terlaksananya ikrar setia ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah Distrik Agandugume dan sekitarnya semakin kondusif, serta membuka jalan bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan. (adl)







