“Sudah 36 hari anak kami dirawat, dan kami tidak ada biaya sama sekali. Semua
ditanggung BPJS. Kalau tidak ditanggung BPJS, tentu berat sekali bagi kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ibu Sugiarti pun mengungkapkan hal serupa. Ia tidak menyangka bahwa
kepesertaannya dalam JKN Mandiri bisa memberikan perlindungan sebesar ini, apalagi dalam situasi darurat yang mengancam nyawa.
“Manfaat nyata dari program JKN ini benar-benar dapat langsung saya rasakan. Selain meringankan biaya, pelayanannya juga sangat bagus, kami sangat puas. Bahkan kami sudah dianggap seperti keluarga sendiri dengan Dokter dan Perawat selama kurang lebih satu bulan disini,” ucapnya haru.
Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memang dirancang untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk saat menghadapi kondisi kritis. Dengan prinsip gotong royong, peserta yang sehat
membantu peserta yang sakit melalui iuran yang dibayarkan setiap bulan.
Pasangan ini pun mengimbau masyarakat agar tidak menunda menjadi peserta JKN. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga status aktif kepesertaan, karena musibah bisa datang kapan saja, tanpa pemberitahuan.
“Untuk kawan-kawan yang belum mendaftar menjadi Peserta JKN, sebaiknya segeralah mendaftar. Untuk yang menunggak, penting sekali untuk rutin membayar iuran. Semoga kita selalu sehat, tapi kalau tiba-tiba sakit, kita sudah bisa gunakan kapan pun,” pesan bapak Suwardi.
“Semoga anak kami segera sehat dan bisa pulang. Kami sangat berterima kasih kepada RS Moelia, dan BPJS Kesehatan dan semua pihak yang sudah membantu kami melewati masa-masa sulit ini. Kami berharap keduanya tetap mempertahankan pelayanan yang terbaik,” tutup Sugiarti.







