Harga Karet Tak Goyah di Rp16 Ribu/Kg, Petani Bungo Pilih Bertahan Meski Sulit

Petani sedang menjual hasil getah karet di di desa Tebat kecamatan Muko - Muko Bathin VII, Foto : Doc sidakpost.id

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Di tengah cuaca panas yang menyulitkan produksi, petani karet di Kabupaten Bungo masih bisa bernapas lega. Pasalnya, harga getah karet dalam sepekan terakhir tetap stabil di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Ibnu (60), petani karet asal Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kamis (16/4/2026), mengungkapkan bahwa harga di tingkat tengkulak saat ini masih cukup bertahan. Untuk getah karet jenis bantalan dihargai Rp15.000 per kilogram.

“Kalau yang bukan bantalan bisa Rp16.000 per kilogram. Alhamdulillah, harga masih stabil dalam sepekan ini, meski cari getah agak sulit karena musim panas,” ujarnya.

Baca Juga :  Pantau Peternakan Sapi, Bupati Mashuri Pastikan Bungo Masih Bebas dari PMK

Ia menambahkan, meskipun banyak petani mulai beralih ke komoditas sawit, dirinya tetap bertahan menyadap karet sebagai sumber utama penghidupan.

“Walau harga belum terlalu tinggi, hasil karet ini tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak nyadap karet, kami mau makan apa. Saya tetap optimistis harga karet akan kembali melonjak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Baca Juga :  Guru di Bungo Masih Kurang Ini Kata Kadisdik

Senada dengan itu, Harun, petani karet di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, juga mengaku tetap semangat menyadap karet. Ia menyebut harga saat ini masih stabil dibandingkan beberapa pekan lalu.

“Minggu kemarin masih Rp15.000 per kilogram. Mau tidak mau, kami tetap nyadap karena kebutuhan banyak. Kami yakin harga suatu saat akan naik,” pungkasnya. (Sri)