SIDAKPOST.ID, SIKKA – Bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), disalurkan melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI.
Dilansir dari tayangan YouTube tvOneNews dalam program Kabar Siang, Jumat (21/8/2026), bantuan yang disalurkan berupa makanan dan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. TNI juga menyiapkan tambahan tenaga kesehatan untuk membantu warga yang masih mengalami trauma pascagempa.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak bersama Brigjen TNI Dicky Budiyanto turun langsung memimpin pendistribusian bantuan kemanusiaan tersebut kepada warga di Pulau Palue.
Bantuan itu merupakan bentuk dukungan pemerintah dan TNI kepada masyarakat yang terdampak bencana. Distribusi dilakukan melalui jalur udara karena Pulau Palue merupakan wilayah kepulauan yang membutuhkan dukungan transportasi untuk menjangkau masyarakat terdampak.
Dalam penyaluran tersebut, bantuan berasal dari Presiden RI, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau).
Pangdam IX/Udayana mengatakan, terdapat sekitar 1.000 kepala keluarga yang berada di Pulau Palue. Karena itu, bantuan logistik dan pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setelah mengalami bencana gempa.
“Kita hadir di pulau terpencil, Pulau Palue. Di sini masyarakat sekitar 1.000 kepala keluarga dan ini distribusi bantuan dari Bapak Presiden, Bapak Menhan, Bapak Panglima TNI, Kasad, Kasal, Kasau, kita semua distribusikan,” ujar Pangdam IX/Udayana.
Selain bantuan logistik, TNI akan menambah tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama warga yang mengalami trauma akibat gempa.
“Selanjutnya akan kita tambah tenaga kesehatan karena mereka rata-rata mengalami trauma untuk mengalami bencana gempa ini,” katanya.
TNI juga melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan akibat gempa. Pendataan mencakup rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas lainnya.
“Kita akan mendata kerusakan-kerusakan yang ada di pulau ini, terutama fasilitas rumah, sekolah, rumah sakit atau puskesmas dan lain-lain akan kita data untuk kita perbaiki,” lanjutnya. (Sum)









