“Fokus pada pembentukan kebiasaan, bukan pada besaran nominalnya, agar disiplin menabung dapat terbangun melalui penganggaran yang terencana,” kata dia. Meski demikian, ia tidak melarang keinginan anak muda untuk tetap berinvestasi setelah periode pengeluaran besar,” katanya.
“Boleh saja, asalkan dana darurat sudah mulai terisi kembali. Mulailah dari instrumen berisiko rendah dan likuid seperti reksa dana pasar uang yang memungkinkan investasi dengan nominal kecil,” pungkasnya. (**)
Editor : Sari
Sumber : NU Online







