“Saya akan bekerja untuk seluruh pekerja Indonesia. Negara harus hadir, bukan menjadi penonton,” ujarnya.
Langkah tersebut mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian kalangan buruh menyambut positif rencana penghapusan outsourcing.
Sementara sejumlah pihak lainnya menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap dunia usaha dan lapangan kerja.
Dengan masuknya Said Iqbal ke dalam lingkaran pemerintahan, para pekerja berharap aspirasi buruh dapat lebih terakomodasi dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan nasional. (abs)







