Opini  

Prestasi Puncak Demokrasi Jambi: Analisis Dinamika Kesatuan Bangsa dan Stabilitas Politik

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Ketua ICMI Orwil Jambi – Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

C. Puncak Prestasi Indeks Demokrasi: Lompatan Peringkat Nasional

Tahun 2025 menjadi momen “puncak prestasi” bagi Provinsi Jambi. Berdasarkan data resmi BPS (2025), Jambi mencatatkan lonjakan peringkat yang luar biasa dalam evaluasi Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).

Jambi berhasil menduduki Peringkat 9 Nasional, sebuah capaian prestisius jika dibandingkan dengan periode sebelumnya di mana Jambi berada pada Posisi ke-22.

Secara kuantitatif, skor IDI Jambi berada pada angka 82,27 poin (Kategori Tinggi). Menurut Nasir (2025), kenaikan 13 peringkat ini dipicu oleh tiga faktor presisi:

  1. Kebebasan Sipil (89,10): Keberhasilan menekan konflik SARA dan menjamin kebebasan berpendapat.

  2. Hak Politik (79,45): Partisipasi pemilih yang melampaui rata-rata nasional pada Pemilu 2024.

  3. Lembaga Demokrasi (84,20): Transparansi anggaran dan akuntabilitas legislatif yang semakin membaik.

Lompatan dari posisi 22 ke peringkat 9 ini adalah bukti empiris bahwa strategi manajemen konflik dan literasi politik yang dijalankan Kesbangpol telah mencapai sasarannya, memposisikan Jambi sebagai barometer demokrasi di wilayah Sumatera.


D. Dinamika Kebangsaan dan Politik di Jambi

Dinamika politik di Jambi memiliki karakteristik unik karena perpaduan nilai tradisional Melayu dengan modernitas. Suryono (2022) menyebutkan bahwa stabilitas di Jambi sangat dipengaruhi oleh kearifan lokal “Seloko Adat”.

Filosofi “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” menjadi instrumen resolusi konflik yang efektif dari tingkat desa hingga provinsi.

Meskipun demikian, Jambi harus menghadapi tantangan digitalisasi politik. Pada Pemilu 2024, Kesbangpol berperan aktif menangkal disinformasi.

Kerja sama dengan FKUB terbukti mampu mendinginkan suhu politik pada momen krusial, sehingga Jambi tetap kondusif. Dinamika ini menunjukkan bahwa masyarakat Jambi mampu mengasimilasi nilai demokrasi universal ke dalam konteks budaya lokal secara harmonis.