Opini  

Pertumbuhan Ekonomi Jambi dan Paradoks Awal Tahun

Pakar Ekonomi Jambi Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Infrastruktur, Geopolitik, dan Ancaman Ekonomi Global

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya diversifikasi ekonomi Jambi dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih stabil. Ketika belanja pemerintah turun, aktivitas ekonomi langsung melemah karena sektor swasta belum mampu mengambil peran lebih besar. Ketika harga komoditas terganggu, ekonomi daerah juga langsung kehilangan daya dorong utama pertumbuhannya. Situasi ini menunjukkan bahwa ekonomi daerah belum memiliki basis industri pengolahan yang cukup kuat untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi Jambi masih cenderung bersifat fluktuatif dan mengikuti siklus komoditas global.

Persoalan lainnya adalah bahwa kenaikan harga komoditas belum tentu otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Dalam banyak kasus, keuntungan terbesar justru dinikmati perusahaan besar dan kelompok pemilik modal yang terhubung dengan perdagangan komoditas global. Sementara itu, dampak pengganda terhadap ekonomi rakyat relatif terbatas karena sebagian besar aktivitas ekonomi masih berorientasi pada penjualan bahan mentah. Batu bara dan sawit sebagian besar diekspor tanpa proses hilirisasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah lebih tinggi di daerah. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi secara statistik terlihat meningkat, tetapi distribusi manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas.

Selain persoalan struktur ekonomi, Jambi juga masih menghadapi tantangan serius dalam bidang infrastruktur dan efisiensi distribusi ekonomi. Polemik jalan hauling batu bara yang berkepanjangan memperlihatkan lemahnya sinkronisasi kebijakan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan publik. Kemacetan angkutan batu bara, kerusakan jalan, dan tingginya biaya logistik menyebabkan aktivitas ekonomi menjadi tidak efisien. Kondisi ini bukan hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga mengurangi daya saing ekonomi daerah dalam jangka panjang. Jika persoalan infrastruktur tidak segera diselesaikan, maka potensi pertumbuhan ekonomi Jambi akan terus tertahan oleh biaya ekonomi yang semakin tinggi.

Baca Juga :  Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi
Baca Juga :  Komitmen Tanpa Henti: Jambi Bersih Narkoba di Bawah Kepemimpinan Al Haris

Ketergantungan terhadap komoditas juga membuat ekonomi Jambi sangat rentan terhadap perubahan geopolitik global yang sulit diprediksi. Perlambatan ekonomi Tiongkok, perubahan kebijakan perdagangan internasional, dan ketidakpastian harga energi dunia dapat langsung memengaruhi permintaan ekspor komoditas daerah. Artinya, arah pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh faktor lokal semata. Daerah menjadi sangat bergantung pada dinamika pasar global yang sering kali berada di luar kendali pemerintah daerah maupun pelaku ekonomi lokal. Dalam situasi seperti ini, ketahanan ekonomi daerah menjadi sangat penting agar guncangan global tidak langsung melemahkan ekonomi masyarakat.