Opini  

Pertumbuhan Ekonomi Jambi dan Paradoks Awal Tahun

Pakar Ekonomi Jambi Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Prospek Triwulan Berikutnya dan Agenda Transformasi Ekonomi

Untuk Triwulan II dan III 2026, peluang pemulihan ekonomi Jambi sebenarnya masih cukup terbuka apabila beberapa faktor pendukung bergerak secara positif. Belanja pemerintah biasanya mulai meningkat setelah proses administrasi dan lelang proyek selesai pada awal tahun. Aktivitas konstruksi dan pembangunan infrastruktur juga diperkirakan mulai bergerak kembali pada pertengahan tahun. Selain itu, stabilitas harga batu bara dan CPO dunia masih berpotensi menopang pertumbuhan sektor ekspor daerah. Namun, peluang tersebut tetap harus dibaca secara hati-hati karena ketidakpastian ekonomi global masih sangat tinggi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Bupati dan Narkoba: Apa yang Terlewatkan?

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi bukan sekadar soal angka yang diumumkan setiap triwulan, melainkan tentang sejauh mana kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat. Jambi sesungguhnya memiliki segudang keunggulan dibanding banyak provinsi lain, mulai dari kekayaan sumber daya alam, posisi geografis yang strategis, potensi perkebunan dan pertambangan, hingga peluang pengembangan ekonomi hijau dan hilirisasi industri. Tantangan perlambatan ekonomi saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi yang lebih produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang tepat, Jambi tidak hanya dapat tumbuh lebih tinggi, tetapi juga tumbuh lebih kokoh dan merata bagi seluruh masyarakatnya. Sebab, daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah tetapi masyarakatnya belum sejahtera pada akhirnya hanya akan menjadi daerah kaya tetapi miskin: kaya sumber daya, namun miskin nilai tambah, miskin pemerataan, dan miskin masa depan.