Bantuan modal kerja yang merupakan bagian realisasi dari Dumisake Jambi Mantap ini nilainya mencapai Rp 37,280 Miliar. Dibagikan selama 2 tahun berturut, dimana tahun 2022 dengan realisasi Dumisake UMKM sebesar Rp 19,330 miliar dan tahun 2023 dengan realisasi Rp. 17,950 miliar.
Dengan demikian maka penerima bantuan modal kerja mencapai 5.043 UMKM. Jauh melampaui target RPJMD ditargetkan 4.500 UMKM.
Sehingga tidak salah kemudian infrastruktur yang Sudah dibenahi dan janji langsung DUMISAKE (dikenal dengan tagline Jambi mantap) yang sudah terlaksana tidak salah kemudian didalam menyusun visi-misi Jambi mantap dapat diukur, dinilai sekaligus untuk melihat kemampuan Al Haris – Sani didalam pemenuhan janjinya kepada rakyat Jambi.
Saya kemudian teringat ketika penyusunan dan pembahasan Visi-Misi Jambi Mantap 2020-2024, entah beberapa kali Al Haris ingin beberapa program yang telah disusun agar dihapuskan.
“Jangan terlalu muluk-muluk. Sayo dak mau janji dengan rakyat Jambi kalo dak bisa memenuhinya”.
Program Jambi mantap memang rasionalisasi dan cara pandang Al Haris dan Yai Sani yang Sudah lama bergumul di birokrasi.
Dengan menyusun sekaligus melihat Jambi mantap, Al Haris dan Yai Sani dapat mengukur sekaligus dapat mewujudkannya.
Namun yang membuat saya kemudian belajar didalam melihat pola kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mengukur sekaligus menghitung kemampuan didalam mewujudkan janjinya. Seorang pemimpin harus mengetahui kondisi dan sekaligus penguasaan medan dan lapangan. Sehingga ketika menyusun program harus tetap berpijak sekaligus mengukur kemampuan untuk mewujudkannya.
Saya kemudian teringat Filosofi Tiongkok. “Mengetahui kekuatan sendiri merupakan sebagian kemenangan yang bisa diraih. Sedangkan sisanya adalah pertempuran itu sendiri”.(***)






