Kekerasan Seksual Anak di Bungo Meningkat, Aktivis Desak Pemda Bergerak Cepat

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi, Asi Noprini. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bungo terus menjadi perhatian publik.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, dugaan kekerasan justru kerap melibatkan orang-orang yang memiliki kedekatan dengan korban.

Data dan informasi yang dihimpun Sidakpost.id menunjukkan tren kasus kekerasan terhadap anak semakin memprihatinkan.

Kondisi ini dinilai membutuhkan langkah cepat dari pemerintah daerah, tidak hanya dalam penanganan perkara, tetapi juga upaya pencegahan dan pemulihan korban.

Aktivis Beranda Perempuan Provinsi Jambi, Zubaidah, mengatakan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan harus direspons serius oleh pemerintah.

Baca Juga :  Mahilli Mengaku Dapat Dukungan 15 DPC, Untuk Maju di Pilbup Bungo

Menurut dia, korban membutuhkan perlindungan sejak awal melalui pendampingan hukum maupun pendampingan psikologis.

“Penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan harus dilakukan secara cepat dengan pendekatan jemput bola agar korban merasa aman dan terlindungi,” kata Zubaidah, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan, kekerasan fisik maupun seksual terhadap anak dan perempuan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan martabat kemanusiaan.

“Kasus yang terus bermunculan ibarat fenomena gunung es. Ini menunjukkan sistem perlindungan terhadap anak belum berjalan secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Brigpol Maidani Goro Perbaiki Jalan Warga Apung Mudik

Secara terpisah, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi, Asi Noprini, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak maupun perempuan kepada kepolisian atau UPTD PPA di daerah.

“Kalau terjadi kekerasan, segera laporkan ke Unit PPA Polres atau UPTD PPA. Banyak korban yang tidak melapor sehingga penanganannya terlambat dan dampaknya semakin berat bagi korban,” katanya.