MUI Khadimul Ummah: Misi Mulia Keumatan dan Kebangsaan Oleh: Prof. Dr. Mukhtar

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Ketua ICMI Orwil Jambi – Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Pemimpin harus memiliki keberanian moral untuk mengatakan yang benar di hadapan penguasa maupun massa. Secara kontemporer, Casanova (2020) menyoroti pentingnya pemimpin agama yang memiliki visi pluralisme global namun tetap teguh pada identitas dan integritas iman.

Pemimpin MUI diharapkan memiliki karakter mutawasith “washatiyah” (moderat), tidak condong pada ekstrem kiri maupun kanan. Ia harus menjadi figur ayah (abun) bagi umat dan bangsa, yang merangkul dengan cinta, meluruskan dengan ilmu, membina dengan sabar dan ikhlas, bukan dengan caci maki apalagi menghujat perbedaan.

E. Dinamika Keumatan dan Kebangsaan di Era Global dan Digital

Baca Juga :  Sekda Sudirman : Melalui Festival FLS2N-PDBK Siswa Mendapatkan Wadah

Era digital telah mengubah lanskap dakwah dan interaksi sosial. Otoritas ulama kini ditantang oleh fenomena “ustaz google” dan disrupsi informasi. Bayat (2023) menjelaskan bahwa kehidupan beragama di era modern sangat dipengaruhi oleh dinamika ruang publik digital yang seringkali memicu polarisasi.

MUI harus hadir sebagai filter atas derasnya arus hoaks dan narasi kebencian yang mengancam integritas umat dan kebangsaan. Digitalisasi bukan musuh, melainkan alat atau media wasilah untuk memperluas jangkauan khidmat.

Baca Juga :  Wejangan KH Muhajir: NU Pilar Kokoh Satukan Nafas Agama dan Kebangsaan

Transformasi digital dalam sertifikasi halal dan edukasi fatwa ekonomi syariah adalah bukti adaptasi MUI di era global dan digital. Namun, di tengah kemajuan ini, MUI tetap harus waspada terhadap dampak sekularisme digital yang dapat menjauhkan umat dari akar spiritualnya.

Woodward (2021) mencatat bahwa keberhasilan Islam Indonesia di masa depan bergantung pada bagaimana lembaga seperti MUI menyeimbangkan tradisi pesantren, kehidupan keumatan, keagamaan dan kebangsaan dengan kemajuan teknologi informasi sebagai instrumen kemajuan dan kemodernan sebagai sebuah keniscayaan.