Menurutnya, apel tersebut dapat menjadi momentum penting memperkuat kembali kesadaran sejarah, khususnya bahwa bangsa Indonesia selalu memenangkan perjuangan besar melalui persatuan, bukan perpecahan.
“Apel Besar nanti, sebagai momentum dan pengingat sejarah bahwa masih adanya Menwa dan alumninya untuk pengabdiannya kepada bangsa”, tandasnya.
Djamari mengingatkan agar IARMI tidak terjebak pada perdebatan internal maupun polemik yang tidak produktif. Dalam situasi geopolitik dunia yang dinamis, Indonesia disebut membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh komponen bangsa.
“Bangsa ini tidak memerlukan keluhan, tapi kerja nyata,” ujarnya
Ia berharap alumni Menwa terus konsisten menjadi contoh sikap disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian di tengah masyarakat, sesuai nilai dasar Menwa sejak dibentuk.
Djamari juga menegaskan bahwa posisi senioritas tidak boleh menghambat semangat pengabdian. Ia menyebut usia bukan alasan untuk berhenti berkontribusi.
“Kalau pun saya menjadi salah satu menteri tertua di kabinet ini, itu tanda bahwa pengabdian tidak pernah mengenal batas usia,” pungkasnya. (red)
Sumber : IARMI







