Menaker Tekankan Transformasi Balai K3 Jadi Pusat Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berfoto bersama jajaran pegawai Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Medan usai memberikan arahan mengenai transformasi Balai K3 menjadi Occupational Safety and Health (OSH) Management Hub di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026). Foto: Biro Humas Kemnaker

“Penerapan SMK3 semestinya mampu membangun budaya kerja yang mengutamakan pencegahan risiko serta perlindungan bagi setiap pekerja,” ujarnya.

Yassierli menegaskan keberhasilan penerapan K3 memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting agar budaya K3 dapat diterapkan secara berkelanjutan di setiap sektor.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan K3 juga perlu diukur dari dampak yang dirasakan secar a nyata. Penilaian tidak lagi hanya bertumpu pada jumlah layanan atau sertifikasi, tetapi pada kemampuan mengurangi risiko dan menekan angka kecelakaan kerja.

Baca Juga :  Al Haris Ingatkan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jangan Diabaikan
Baca Juga :  Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

“Karena itu, kita harus menggeser orientasi kinerja dari yang semula mengukur volume layanan menjadi berfokus pada dampak pencegahan serta mitigasi risiko sebelum kecelakaan terjadi,” katanya. (Syu)