Kunker Anggota BPD Bungo ke Luar Daerah Habiskan Dana Rp 1,1 Miliar?

Logo Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Foto : tangkapan layar facebook

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Ditengah penerapan efisiensi anggaran oleh Pemerintah, namun anggota Badan Permusyawaratan Dusun (BPD) di kabupaten Bungo malah sibuk jalan-jalan dibungkus Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar daerah.

Kabar yang didapatkan dari sumber di lapangan menyebutkan, satu anggota BPD menghabiskan dana sebesar Rp 13.250.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) masing-masing dusun.

Dengan jumlah sebanyak 88 anggota BPD yang ikut serta, maka keseluruhan dana yang akan dihabiskan lebih dari Rp 1,1 Miliar lebih dengan waktu keberangkatan dan pulang mulai 18 hingga 22 Juli 2025.

Baca Juga :  Seorang Anggota BPD di Bukit Baling, Diduga Jadi Pengurus Partai Politik

Sumber mengatakan, puluhan anggota BPD itu akan berangkat menuju Kota Semarang, provinsi Jawa Tengah dimana mereka akan mempelajari Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat.

Kabar keberangkatan puluhan anggota BPD ini mendapat respon negatif dari masyarakat. Pasalnya, setiap tahun hampir tidak pernah terlewatkan agenda serupa yang dibalut Kunker yang dilakukan oleh BPD, namun penerapannya di dusun tanpa berbekas.

“Setiap tahun ada agenda semacam ini (Kunker). Tapi fakta di lapangan hasil studi sebelumnya tidak kelihatan sama sekali, tidak ada manfaat dan hanya hamburkan uang rakyat,” cetus sumber, Kamis (17/07/2025).

Baca Juga :  DPRD Bungo Gelar Sidang Paripurna Ranperda Inisiatif

“Anggaran 13 juta lebih itu hanya untuk satu orang. Bagaimana jika dalam satu dusun yang ikut lebih dari satu orang? Artinya tidak sedikit dana desa yang disedot hanya untuk itu,” beber sumber lagi.

Terpisah, Sidan salah satu koordinator keberatan melalui sambungan telepon WhatsApps mengakui adanya agenda studi tiru ke Kota Semarang.

Namun katanya, jumlah anggota yang berangkat sebanyak 70 orang dengan biaya Rp 11.700.000 setiap orang.