Bang Jeck
Opini  

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Ketua ICMI Orwil Jambi – Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Jambi: “The Middle Power” di Sumatera

Provinsi Jambi kini menempati posisi strategis yang unik atau “posisi tengah” dalam peta pembangunan di Sumatera. Secara geografis, Jambi adalah jembatan penghubung yang vital, namun secara prestasi, capaian Jambi dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan taji yang signifikan. Data triwulan IV-2024 mencatat ekonomi Jambi tumbuh impresif sebesar 6,00% (y-on-y), melampaui rata-rata nasional (BPS Provinsi Jambi, 2025).

Prestasi ini didukung oleh indikator makro yang solid. Jambi berhasil menekan angka kemiskinan hingga 6,89% pada tahun 2025, angka terendah dalam lima tahun terakhir (JambiLINK, 2025). Selain itu, dalam hal tata kelola pembangunan kependudukan, Jambi meraih GDPK Award Terbaik 1 Nasional tahun 2024. Posisi “tengah” ini membuat Jambi menjadi hub yang paling potensial untuk pengembangan hilirisasi berbasis perkebunan dan pertambangan di wilayah Sumatera bagian tengah.


Potensi Daerah dan Kontribusi Nyata

Potensi Jambi untuk mendukung kebijakan hilirisasi sangatlah melimpah, terutama pada sektor kelapa sawit, karet, dan batu bara. Sebagai salah satu produsen sawit terbesar, Jambi memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri turunan berupa oleokimia dan biodiesel. Mulyani (2025) menyebutkan bahwa optimalisasi sektor perkebunan rakyat melalui hilirisasi dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 40%. Selain itu, komoditas unik seperti Kayu Manis dan Pinang juga menjadi primadona yang siap naik kelas melalui sentuhan industri pengolahan.

Baca Juga :  RH dan Paradoks Kekuasaan: Melawan atau Bagian dari Penguasa?
Baca Juga :  Menata Kemandirian Pangan Jambi di Tengah Agenda Nasional

Kontribusi hilirisasi dalam akselerasi pembangunan terlihat nyata pada penyerapan tenaga kerja. Data Sakernas BPS 2025 menunjukkan Angka Pengangguran Terbuka (APT) di Jambi berhasil ditekan hingga 3,5% berkat ekspansi sektor industri pengolahan. Hilirisasi menciptakan lapangan kerja formal yang lebih stabil dibandingkan sektor pertanian primer. Selain itu, hilirisasi mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar pusat kota, sehingga pembangunan menjadi lebih merata.