Jasa Raharja Cabang Muara Bungo Bersama Kepolisian Gelar Forum Keselamatan Lalu Lintas

Jasa Raharja Cabang Muara Bungo Bersama Kepolisian Gelar Forum Keselamatan Lalu Lintas: Upaya Menurunkan Tingkat Kecelakaan dan Solusi Preventif dengan Sinergi dan Kolaboratif. Foto : Humas Jasa Raharja

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Menanggapi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bungo, Jasa Raharja Cabang Muara Bungo menggelar Forum Keselamatan Lalu Lintas bersama Satuan Lalu Lintas Polres Bungo. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor Jasa Raharja Cabang Muara Bungo pada Selasa 27 Mei 2025 kemarin.

Forum ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi keselamatan lalu lintas di Kabupaten Bungo serta merumuskan strategi pencegahan jangka pendek dan panjang.

Berdasarkan data Jasa Raharja dan Satlantas Polres Bungo, tercatat bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.

Baca Juga :  Kembangkan Desa Wisata Berkeselamatan, Jasa Raharja Luncurkan Program Beta-JR di Desa Karangrejek

Kecelakaan didominasi oleh pengendara roda dua dengan usia produktif, yang menunjukkan bahwa faktor perilaku dan kesadaran berlalu lintas menjadi tantangan utama.

Kepala Jasa Raharja Cabang Muara Bungo, Bapak Juni Panto Susilo, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kasus kecelakaan.” Forum ini kami gagas sebagai langkah aktif untuk membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kolektif,” ujarnya.

Baca Juga :  Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

“Kecelakaan bukan hanya sekadar angka, tapi tragedi yang meninggalkan dampak besar bagi keluarga dan masyarakat. Kami ingin bergerak cepat dengan pendekatan preventif yang sistematis,” tambahnya.

Dikatakannya, diskusi berlangsung aktif dengan mengemukakan sejumlah usulan dan inisiatif, seperti:

Peningkatan program edukasi keselamatan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar dan komunitas pengendara muda.

Pemetaan titik-titik rawan kecelakaan (black spot) dan akan membuat semacam sosialisasi berkeselamatan di wilayah yang memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi.