Oleh : Dr. FAHMI RASID
Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi bukan sekadar ritual tahunan yang diwarnai seremoni dan simbol perayaan. Di tengah dinamika pembangunan nasional yang semakin kompetitif dan terukur, momentum ini justru menjadi ruang refleksi strategis: tentang posisi Jambi hari ini, capaian yang telah diraih, dan peran apa yang hendak dimainkan ke depan dalam lanskap pembangunan Indonesia.
Tema “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029” menegaskan satu pesan penting: Jambi tidak lagi ingin sekadar menjadi daerah penyangga, tetapi bertransformasi menjadi aktor pembangunan yang diperhitungkan secara nasional. Dan fakta menunjukkan, arah tersebut bukan isapan jempol. Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi Jambi semakin sering disebut, dinilai, dan diapresiasi di tingkat nasional, baik dari sisi tata kelola pemerintahan, stabilitas daerah, maupun inovasi kebijakan.
#Dari Pinggiran ke Pusat Perhatian
Dalam teori pembangunan regional, transformasi daerah dari “periphery” ke “growth participant” menuntut lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi. Ia membutuhkan kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang konsisten, dan kemampuan membaca momentum nasional. Jambi hari ini berada pada fase itu: fase transisi dari daerah yang berjalan mengikuti arus, menuju daerah yang mulai memberi warna.
Sejumlah indikator makro menunjukkan bahwa Jambi tidak berjalan di tempat. Stabilitas ekonomi daerah relatif terjaga, inflasi dapat dikendalikan melalui koordinasi lintas sektor, dan pembangunan infrastruktur dasar terus digenjot untuk membuka akses dan konektivitas. Lebih dari itu, Jambi mulai dikenal sebagai daerah yang serius membangun tata kelola, sebuah prasyarat penting untuk naik kelas dalam kompetisi antardaerah.








