Jambi dan Desain Besar Sawit-Kelapa-Karet: Antara Rencana Strategis dan Realita

Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP Akademisi UIN STS Jambi

Menjaga Arah dan Akar Pembangunan Daerah Distribusi manfaat hilirisasi mesti terbuka. Monitoring sosial dan audit publik harus dilakukan untuk memastikan partisipasi petani kecil dan mencegah dominasi korporasi besar.

Di sinilah pentingnya kembali pada semangat korporasi petani dalam desain awal kawasan unggulan Provinsi Jambi. Kebijakan besar yang telah dirancang perlu dijalankan dengan keberpihakan yang nyata, tidak hanya skematis.

Namun untuk mewujudkan semangat tersebut, diperlukan kesiapan struktural dan keberpihakan nyata di tingkat lokal agar potensi yang dimiliki Jambi benar-benar dapat diwujudkan secara inklusif.
Jambi punya semua modal agar kawasan unggulan sawit–kelapa–karet tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Tapi, keberhasilan hilirisasi nasional bukan jaminan otomatis di tingkat daerah. Tanpa langkah konkret memperkuat petani kecil, koperasi lokal, dan infrastruktur dasar, kawasan unggulan ini berisiko menjadi simbol pembangunan semu. Dengan demikian, meskipun potensi sumber daya telah tersedia, efektivitas transformasi kawasan unggulan sangat ditentukan oleh kapasitas kelembagaan dan kualitas implementasi kebijakan di tingkat lokal.
Yang dibutuhkan bukan hanya desain hebat, tetapi juga keberanian memperbaiki arah bila terbukti tidak adil, dan kemauan mendengar suara rakyat. Dengan itu, kawasan ini bisa menjadi wajah nyata masa depan yang lebih berpihak dan berakar pada kekuatan lokal Jambi.

Baca Juga :  Pedoman Pemberitaan Media Siber yang Perlu Diketahui
Baca Juga :  Dilengkapi dengan Beragam Fitur Baru, Truecaller Rilis Aplikasi Versi 12

Pada akhirnya, keberhasilan desain besar ini akan sangat ditentukan oleh ketepatan arah implementasi dan keberanian untuk menyusun kebijakan berbasis kenyataan, bukan sekadar asumsi. Jika pemerintah daerah mampu menjadikan petani sebagai subjek pembangunan, bukan objek semata, maka transformasi ekonomi Jambi dari produsen bahan mentah menjadi pusat bioindustri berbasis sawit, kelapa, dan karet bukanlah utopia, melainkan keniscayaan sejarah yang sedang ditulis bersama rakyat. (**)