3. Jangan Mengabaikan Kualitas Produk
Harga murah memang dapat menarik pembeli, tetapi kualitas menjadi salah satu alasan konsumen kembali membeli.
Pelaku usaha perlu menjaga kualitas bahan baku, kebersihan, rasa, ukuran, kemasan dan pelayanan. Jika produk makanan, misalnya, rasa harus dibuat konsisten sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang sama setiap kali membeli.
Kualitas yang terjaga juga membantu membangun reputasi. Dari rekomendasi pelanggan, usaha kecil dapat berkembang melalui pemasaran dari mulut ke mulut.
4. Buat Produk Desa Lebih Menarik
Produk lokal memiliki keunggulan karena mempunyai cerita dan karakter tersendiri. Keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan melalui kemasan, merek dan identitas produk.
Keripik, kopi, makanan tradisional, madu, hasil pertanian atau kerajinan tangan misalnya, dapat dikemas lebih profesional agar tidak hanya menarik bagi konsumen lokal tetapi juga wisatawan dan pembeli dari luar daerah.
Branding menjadi semakin penting ketika produk mulai dipasarkan secara online. Konsumen perlu mengetahui nama produk, keunggulannya serta alasan mengapa mereka harus memilih produk tersebut.
5. Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi
Promosi tidak harus mahal. Media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Pelaku usaha dapat membuat konten sederhana berupa foto produk, proses produksi, testimoni pelanggan, cerita di balik produk serta informasi harga dan cara pemesanan.
Sejumlah program pendampingan UMKM di desa menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, marketplace dan website dapat membantu memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Yang terpenting bukan sekadar memiliki akun media sosial, tetapi aktif menggunakannya dan memberikan informasi yang jelas kepada calon konsumen.









