Cegah Radikalisme dan Terorisme, Wagub Abdullah Sani Ajak Generasi Muda Perangi Propaganda Digital

Wagub Jambi Abdullah Sani membuka Workshop Digital Peace Creator di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi. Foto: Aisyah

“Kami menggunakan pendekatan yang lebih halus (soft approach) untuk merespons fenomena sosial dan terpaan media digital saat ini. Harapannya, program ini tidak hanya diimplementasikan di wilayah lain, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mandiri mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga,” ujar Slamet Riyadi.

Ia juga menyinggung data sekitar 137 anak yang terpapar atau terlibat dalam lingkaran radikalisme secara akumulatif pada periode 2025–2026.

Slamet menegaskan, anak-anak yang terlibat tetap menjalani proses hukum, tetapi penanganannya berbeda dengan orang dewasa karena mereka termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan pembinaan khusus.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Tetapkan Direksi Baru PT. JII, Dorong Percepatan PI 10 Persen untuk Tambah PAD Jambi

Anak-anak tersebut tidak ditempatkan di lembaga pemasyarakatan umum, melainkan dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial untuk mendapatkan penanganan di balai rehabilitasi khusus anak.

Baca Juga :  Jambi Raih Penghargaan Daerah Berprestasi, Dapat Rp5 Miliar untuk Bedah 250 Rumah

“Penanganan anak jauh lebih sensitif karena mereka tergolong kelompok rentan. Mayoritas dari mereka tidak memiliki inisiasi murni, melainkan terpengaruh oleh faktor lingkungan, keluarga, atau manipulasi pihak luar hingga memilih jalan kekerasan. Pendekatan yang komprehensif sangat diperlukan agar mereka memiliki kesempatan untuk kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (ais)