SIDAKPOST.ID, BUNGO – Rezeki tidak selalu soal seberapa keras seseorang bekerja. Dalam pandangan Islam, cara seseorang menjalani kehidupan, menggunakan harta, menjaga hubungan dengan sesama, hingga sikap hati juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Ketika rezeki terasa sempit atau usaha seolah belum membuahkan hasil, bukan berarti seseorang harus berhenti berusaha. Justru, kondisi tersebut bisa menjadi momentum untuk melakukan introspeksi.
Islam mengajarkan bahwa rezeki merupakan ketetapan Allah. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah melapangkan dan membatasi rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki.
Karena itu, selain meningkatkan ikhtiar, seorang Muslim juga perlu menghindari berbagai perilaku yang dapat membawa keburukan bagi kehidupan dan keberkahan harta.
Berikut tujuh kebiasaan yang patut dihindari.
1. Mengambil Harta dengan Cara yang Tidak Halal
Harta yang diperoleh dengan cara yang batil bukanlah jalan yang baik untuk mendapatkan keberkahan.
Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 188 melarang manusia memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar. Larangan tersebut juga mencakup praktik mengambil keuntungan melalui cara-cara yang melanggar ketentuan agama.
Karena itu, mencari penghasilan sebaiknya tetap dilakukan dengan cara yang halal, jujur dan tidak merugikan orang lain.
2. Boros dan Tidak Bisa Mengatur Pengeluaran
Mendapatkan penghasilan besar tidak selalu berarti kehidupan akan berkecukupan jika pengeluaran tidak terkendali.
Al-Qur’an secara tegas mengingatkan agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta. Bahkan, Surah Al-Isra ayat 26-27 memberikan perhatian khusus terhadap perilaku boros.
Maka, salah satu bentuk menjaga rezeki adalah menggunakan harta secara bijaksana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak diperlukan.









