Antara Objektivitas dan Objek Politik

Keresahan ini tentu tidak hanya dirasakan oleh saya sendiri sebagai putra asli Lubuk Landai, dan telah menjadi perbincangan hangat kami generasi muda Lubuk Landai meskipun belum ada langkah kongkrit dalam menyikapi kegiatan tersebut.

Antara Objektifitas dan Objek Politik, dua tahun kepemimpinan Gubernur Jambi H Zumi Zola, belum ada sentuhan pembangunan yang langsung dirasakan kami di Lubuk Landai, tapi sentuhan politik begitu terasa.

Hanya kabar akan membangun bronjong yang telah lama diimpikan, karena makin hari masjid utama di Dusun Lubuk Landai makin mengkhawatirkan dengan posisi tepat di pinggir sungai Batang Tebo.

Baca Juga :  Diduga Cekcok Dengan Istri, Menantu Bunuh Ibu Mertua Dengan Palu

Tapi itu baru kabar burung, dua tahun sudah berlalu mengapa tidak tahun lalu di anggarkan, atau tahun ini..?? Mungkinkah Objektivitas yang di ingat atau mengingat Lubuk Landai hanya objek politik.

Begitupun tokoh-tokoh politik yang terlihat membonceng atau bisa juga disebut sebagai pengendara mengarahkan ke objek politik ini, tidak terlihat peran dan aksi nyata dalam pembangunan di tanah kelahiran kami tersebut. Jadi bagaimana kami bisa berfikir objektif..???

Bosan dan muak saja melihat masyarakat kami dijadikan objek politik, bersembunyi dibalik baleho yang menampilkan kepedulian, tapi dibalik itu ada kepentingan yang ketika kepentingan itu tercapai nanti masyarakat akan kembali di tinggalkan, tidak dipedulikan, ketika kepentingan itu sudah dekat maka masyarakat kami didatangi lagi dengan seolah tanpa punya rasa salah.

Baca Juga :  Update Terbaru Korban Erupsi Marapi, Selamat, Meninggal dan Masih Dalam Pencarian

Tidak salah sepenuhnya bapak-bapak yang ada di spanduk semuanya, ini juga salah kami generasi muda yang belum mampu memberikan pemahaman objektif, ataukah kami generasi muda yang terlalu sensitif.