Manfaatkan Waktu untuk Kebaikan, Muchlas Abror: Jangan Biarkan Kesempatan Berlalu

M. Muchlas Abror saat menyampaikan kajian dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid Mataram, Yogyakarta. Foto: Dok. muhammadiyah.or.id

SIDAKPOST.ID, YOGYAKARTA – Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005–2010, M. Muchlas Abror, mengajak masyarakat memanfaatkan waktu dan kesempatan hidup dengan kegiatan yang bermanfaat.

Pesan itu disampaikan Muchlas saat menjadi pengisi Pengajian Ahad Pagi di Masjid Mataram, Pakel Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).

Dalam kajiannya, Muchlas mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui secara pasti kapan dan di mana ajal akan datang. Karena itu, waktu yang masih dimiliki perlu digunakan untuk berbuat baik, bekerja secara sungguh-sungguh serta meningkatkan pengabdian kepada Allah SWT.

Ia menilai waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang. Kesempatan yang ada saat ini, kata dia, sebaiknya digunakan untuk memperbanyak amal kebajikan sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kehidupan ini harus diisi dengan amal baik, kerja keras, serta pengabdian kepada Allah SWT,” ujar Muchlas, sebagaimana dikutip dari pemberitaan Muhammadiyah.or.id, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :  Puasa Sya’ban: Keutamaan dan Keistimewaannya

Menurutnya, mengisi kehidupan dengan kebaikan juga dapat diwujudkan dalam hubungan sosial. Masyarakat perlu membangun sikap saling menghargai, membantu serta menjaga hubungan baik tanpa membedakan latar belakang.

“Harus saling menghargai, saling membantu, dan menjaga hubungan dengan sesama,” tuturnya.

Muchlas juga mengingatkan agar kehidupan dunia dan akhirat dijalani secara seimbang. Menurutnya, kesehatan, waktu dan masa produktif merupakan nikmat yang perlu dimanfaatkan untuk kegiatan positif.

Ia secara khusus berpesan kepada generasi muda agar tidak menyia-nyiakan masa produktif. Waktu tersebut dapat digunakan untuk belajar, bekerja, beribadah maupun kegiatan lain yang memberikan manfaat.

“Jangan sampai masa muda berlalu tanpa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai ketika sudah tua baru menyadari bahwa banyak kesempatan yang telah terlewatkan,” tegasnya.

Selain waktu dan masa muda, kesehatan juga disebut sebagai kesempatan berharga. Selama tubuh masih sehat, masyarakat diharapkan menggunakan kondisi tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas positif.

Baca Juga :  Puluhan Pelajar Muhammadiyah Gresik Dilatih Kedisiplinan

“Selagi sehat, gunakanlah kesehatan untuk beribadah, bekerja, dan melakukan amal kebaikan,” ajaknya.

Muchlas turut menekankan bahwa bekerja dapat menjadi bagian dari amal saleh apabila dilakukan dengan niat dan cara yang baik. Kesungguhan, kejujuran serta tanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjalankan pekerjaan.

“Kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab merupakan bagian dari amal saleh,” katanya.

Ia menambahkan, nilai kehidupan tidak hanya dilihat dari apa yang diperoleh untuk kepentingan pribadi. Kebermanfaatan bagi orang lain juga menjadi bagian penting dalam mengisi kesempatan hidup.

“Kita dapat mengisi dan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Kita banyak berbuat kebaikan kepada sesama. Sehingga semakin tinggi tingkat kebermanfaatannya bagi orang lain, amal itu semakin utama dan berkah,” pungkasnya. (sum)