Kopi Robusta Bukit 30 Tebo Ikuti Festival Kopi Kointji 2026, Ini Kata Penggiat Kopi

Suasana Pesta Rakyat Kopi Kointji 2026 yang mempertemukan petani dan pelaku industri kopi. Foto: Amir

SIDAKPOST.ID, JAMBI — Kopi Robusta Bukit 30, Kabupaten Tebo, turut ambil bagian dalam Festival Pesta Rakyat Kopi Kointji 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan petani, pelaku usaha, koperasi, roastery, komunitas kopi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem perkopian.

Keikutsertaan Kopi Robusta Bukit 30 Tebo menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi kopi daerah kepada masyarakat sekaligus pelaku industri kopi yang hadir dalam festival tersebut.

Founder Etalase Ekosistem Indonesia, Jhe Edhyanto, bersama sejumlah penggiat kopi dan KUPS Landscape Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Tebo, Provinsi Jambi, menyebut festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat jejaring perkopian, mulai dari tingkat petani hingga pasar.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan produk kopi, tetapi juga menjadi momentum berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, serta membuka peluang akses pasar bagi kopi yang dihasilkan dari kawasan pedesaan dan sentra produksi.

Baca Juga :  Beli Motor dan Mobil Baru, Bank Jambi Cabang Bungo Beri Kredit Khusus Bagi ASN

“Potensi Kopi Robusta Bukit 30 Tebo membawa cerita tersendiri dari kawasan Bukit 30. Komoditas ini menjadi bagian dari potensi perkebunan masyarakat yang terus didorong agar memiliki nilai tambah melalui peningkatan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen hingga penguatan pemasaran,” ujar Jhe Edhyanto, Senin (14/9/2026).

Dikatakannya, partisipasi dalam festival tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bahwa Kabupaten Tebo tidak hanya memiliki potensi komoditas perkebunan, tetapi juga memiliki kopi Robusta dengan karakter dan cerita lokal yang layak dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan daerah.

“Pengembangan kopi tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong proses hilirisasi sehingga petani dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan peningkatan ekspor kopi membuka peluang pasar yang lebih besar bagi komoditas kopi dari daerah.

Baca Juga :  Harga Emas di Bungo Melemah Pasca Lebaran, Transaksi Lesu

Menurutnya, jika ekspor kopi terus meningkat, kapasitas pengiriman dapat mencapai lima kontainer dalam satu pekan.

“Terkait festival, akan kita galakkan lagi sebagai ruang kolaborasi Festival Pesta Rakyat Kopi Kointji untuk memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem kopi,” kata Suryono.

Ia menjelaskan, ekosistem tersebut melibatkan berbagai mata rantai, mulai dari petani, processor, grader, roastery, cupper hingga barista. Setiap bagian memiliki peran dalam menghasilkan kopi berkualitas dan memiliki daya saing.

“Kehadiran berbagai pihak dalam satu ruang memberikan peluang bagi Kopi Robusta Bukit 30 Tebo untuk mendapatkan masukan terkait kualitas, pengolahan, branding hingga strategi pemasaran,” ujarnya.