Kabut Asap Melanda Bungo, Kepsek SMPN 1 Imbau Siswa Gunakan Masker

Aktivitas Belajar Mengajar di UPT SP SMP Negeri 1 Muara Bungo Tetap berjalan Seperti biasa namun seluruh siswa harus menggunakan Masker mau berangkat ke sekolah. Foto : (Sari)

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bungo, provinsi Jambi. Kondisi ini, pihak UPT SP SMP Negeri 1 Muara Bungo mengingatkan siswa dan warga sekolah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk asap bagi kesehatan.

Kepala UPT SP SMP Negeri 1 Muara Bungo, Nur Rahmawati mengimbau para siswa menggunakan masker, terutama saat berada di lingkungan sekolah maupun ketika kondisi udara mulai terganggu akibat kabut asap.

“Masker bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu melindungi teman dan orang-orang di sekitar kita,” ujar Nur Rahmawati, kepada sidakpost.id, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga :  Dampak Kabut Asap, Permintaan Masker di Bungo Meningkat Capai 30 Persen

Ia mengatakan, siswa yang mengalami batuk, pilek atau kondisi kesehatan yang kurang baik sebaiknya menggunakan masker dan mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan di luar ruangan.

Selain penggunaan masker, pihak sekolah juga mengingatkan siswa untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Kebersihan diri dan lingkungan sekolah perlu dijaga untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Nur Rahmawati juga meminta siswa mengonsumsi makanan bergizi serta menjaga pola hidup bersih dan sehat. Jika merasa tidak enak badan, siswa diminta segera beristirahat dan melapor kepada guru.

Baca Juga :  Polisi Cek Pasar : Warga Pakai Masker Dikasih Beras, Tak Bermasker Nyanyi

“Jika kondisi tubuh kurang sehat, jangan dipaksakan mengikuti aktivitas. Segera beristirahat dan laporkan kepada guru,” katanya.

Nur Rahmawati juga berharap seluruh siswa, guru dan warga sekolah bersama-sama menjaga kesehatan selama kabut asap melanda.

“Dengan langkah sederhana seperti memakai masker, menjaga kebersihan dan menjaga kondisi tubuh, kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap berlangsung aman, nyaman dan lancar,” pungkasnya. (Sri)