Nasihat Ustadz Abdul Somad tentang Akhir Zaman: Jangan Sibuk Menebak Kiamat, Perbaiki Amal Sebelum Terlambat

Ilustrasi dakwah Ustadz Abdul Somad yang mengingatkan umat Islam agar mempersiapkan amal saleh sebagai bekal menghadapi akhir zaman. Foto: AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pembahasan mengenai akhir zaman selalu menjadi topik yang menarik perhatian umat Islam. Berbagai peristiwa yang terjadi di dunia, mulai dari bencana alam, peperangan, hingga kemajuan teknologi yang begitu pesat, sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya Hari Kiamat.

Namun, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam rasa penasaran untuk mencari tahu kapan kiamat akan terjadi. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh dan memperbaiki kualitas keimanan.

Dalam berbagai ceramahnya, UAS menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah menyampaikan tanda-tanda akhir zaman melalui hadis-hadis sahih. Tujuannya bukan untuk membuat manusia takut atau sibuk berspekulasi, melainkan agar mereka semakin dekat kepada Allah SWT dan selalu siap menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja.

Baca Juga :  MWCNU Rimbo Ilir Lakukan Pembinaan Pengurus Nahdlatul Ulama

Tanda-Tanda Akhir Zaman Sudah Banyak Terlihat

UAS menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat tanda-tanda kiamat kecil (Asyrathus Sa’ah Ash-Shughra) dan tanda-tanda kiamat besar (Asyrathus Sa’ah Al-Kubra). Banyak tanda-tanda kecil yang telah disebutkan Rasulullah SAW mulai tampak dalam kehidupan manusia saat ini.

Baca Juga :  Pembukaan MTQ Ke-2 Tingkat Desa Bukit Baling Tetap Meriah Meski Diguyur Hujan

Di antaranya adalah waktu yang terasa semakin cepat berlalu, berkurangnya keberkahan hidup, maraknya fitnah, banyaknya berita bohong, lunturnya amanah, meningkatnya kemaksiatan, hingga semakin sedikit orang yang benar-benar berpegang teguh pada ajaran agama.

Menurut UAS, kondisi tersebut hendaknya menjadi pengingat agar umat Islam lebih banyak melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

“Waktu terasa cepat bukan karena jamnya rusak, tetapi karena keberkahannya yang semakin berkurang,” demikian penjelasan yang sering disampaikan UAS saat mengulas hadis tentang akhir zaman.