Akhlak Menjadi Penyelamat
Selain ibadah, UAS juga selalu menekankan pentingnya menjaga akhlak. Menurutnya, Rasulullah SAW diutus bukan hanya untuk mengajarkan ibadah, tetapi juga menyempurnakan akhlak manusia.
Di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pendapat, umat Islam diminta tetap menjaga adab, tidak mudah mencela, tidak gemar menghakimi, serta menghindari perpecahan.
Beliau juga mengajak para orang tua agar membentengi anak-anak dengan pendidikan agama sejak dini. Keluarga merupakan benteng pertama agar generasi muda tidak mudah terbawa arus negatif yang semakin banyak muncul pada akhir zaman.
Jadikan Akhir Zaman sebagai Pengingat
Menurut UAS, pembahasan tentang akhir zaman seharusnya membuat seseorang semakin rajin beribadah, bukan justru membuatnya sibuk berdebat mengenai berbagai teori dan ramalan.
Selama pintu tobat masih terbuka dan nyawa belum sampai di tenggorokan, setiap Muslim masih memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT. Tidak ada kata terlambat bagi orang yang benar-benar ingin memperbaiki diri.
Menutup berbagai kajiannya mengenai akhir zaman, UAS kerap mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang paling dekat dengan manusia.
“Kita tidak tahu kapan kiamat datang, tetapi yang pasti kita semua akan mati,” demikian pesan yang berulang kali disampaikan Ustadz Abdul Somad dalam berbagai ceramahnya.
Melalui nasihat tersebut, UAS mengajak umat Islam agar tidak menghabiskan waktu untuk menebak-nebak kapan dunia akan berakhir. Sebaliknya, setiap detik kehidupan hendaknya digunakan untuk memperbanyak amal saleh, menjaga salat, memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan memohon kepada Allah SWT agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Sebab, ketika Hari Kiamat benar-benar tiba, yang akan menyelamatkan manusia bukanlah pengetahuan tentang tanda-tandanya, melainkan keimanan yang kokoh serta amal saleh yang diterima oleh Allah SWT.
Sumber:








