Teknologi Bisa Menjadi Nikmat atau Musibah
Dalam beberapa kajiannya, UAS juga menyinggung perkembangan teknologi yang begitu pesat. Menurutnya, internet, media sosial, hingga kecerdasan buatan merupakan nikmat dari Allah SWT apabila digunakan untuk menyebarkan ilmu, berdakwah, dan membantu sesama.
Sebaliknya, apabila teknologi dimanfaatkan untuk menyebarkan fitnah, hoaks, ghibah, ujaran kebencian, maupun konten maksiat, maka semua itu akan menjadi sebab bertambahnya dosa.
Karena itu, UAS mengingatkan agar setiap Muslim berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai jari lebih cepat menekan tombol “bagikan” daripada akal dan hati dalam memeriksa kebenaran sebuah informasi.
Jangan Percaya Ramalan Hari Kiamat
UAS juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai ramalan mengenai waktu terjadinya kiamat atau klaim seseorang yang mengaku mengetahui kapan Hari Akhir akan datang.
Beliau menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menegaskan hanya Dia yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 187:
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang kiamat, ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku. Tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.’”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tidak ada manusia, termasuk para nabi sekalipun, yang mengetahui kapan Hari Kiamat akan terjadi. Oleh karena itu, setiap informasi yang memastikan tanggal atau tahun terjadinya kiamat tanpa dasar syariat yang sahih tidak layak dipercaya.
Kematian Adalah Kiamat Kecil
Salah satu pesan yang paling sering disampaikan UAS adalah bahwa setiap manusia sesungguhnya memiliki “kiamat kecil”, yaitu kematian.
Beliau mengingatkan bahwa manusia boleh saja sibuk mencari tanda-tanda kiamat besar, tetapi belum tentu mampu memastikan dirinya masih hidup hingga esok hari.
Karena itu, menurut UAS, pertanyaan yang seharusnya diajukan setiap Muslim bukanlah “kapan kiamat terjadi?”, melainkan “apakah saya sudah siap jika dipanggil Allah hari ini?”
Kesadaran inilah yang semestinya mendorong setiap orang untuk memperbaiki salatnya, memperbanyak membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, menghormati orang tua, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, serta meninggalkan perbuatan maksiat.








