Musim Kemarau Datang, Kodim 0416/Bungo Tebo Perketat Pantauan Hotspot, Karhutla Jadi Ancaman Serius

Dandim 0416/Bute Letkol Inf Yudi bersama Kasdim Mayor Arm Abasri saat meninjau persiapan dua armada penanganan karhutla di Makodim. Foto: Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius seiring masuknya musim kemarau. Mengantisipasi potensi bencana itu, Kodim 0416/Bungo Tebo memperketat pemantauan titik (hotspot) di wilayah Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo.

Komandan Kodim 0416/Bungo Tebo, Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, mengatakan pemantauan hotspot dilakukan secara intensif sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah kebakaran meluas.

Menurut Dandim, seluruh personel telah disiagakan agar dapat bergerak cepat apabila ditemukan indikasi munculnya titik api.

“Seluruh Babinsa kami instruksikan aktif memantau perkembangan hotspot, melakukan patroli di daerah rawan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat,” kata Yudi.

Baca Juga :  Memasuki Musim Kemarau, Masyarakat Desa Kabar Keluhkan Air Bersih

Ia menjelaskan, pencegahan menjadi fokus utama selama musim kemarau. Cuaca kering disertai angin kencang dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi. Untuk itu, Kodim juga telah menyiapkan satuan tugas khusus yang terintegrasi dengan Korem 042/Garuda Putih.

Selain memanfaatkan data hotspot dari satelit sebagai sistem peringatan dini, personel Kodim secara rutin melakukan patroli ke kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan yang mulai mengering.

Baca Juga :  Kapten Inf Agussari : Pelajar Hindarilah Pelanggaran UU ITE & Pidana Lainnya

Kodim juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Langkah ini dinilai penting karena praktik pembakaran lahan masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya karhutla.

Yudi menegaskan keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Saat ini, titik pantau karhutla berada di kawasan PT CSH untuk wilayah Bungo dan PT TMA di Kabupaten Tebo.