SIDAKPOST.ID, BUNGO – Bek Timnas Maroko, Noussair Mazraoui, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya menyingkirkan Netherlands national football team pada babak 32 besar 2026 FIFA World Cup. Menurutnya, Singa Atlas tidak pernah kehilangan keyakinan hingga peluit panjang berbunyi.
Berdasarkan rilis resmi FIFA, Maroko sempat berada di ambang kekalahan setelah gol Cody Gakpo pada menit ke-72 membawa Belanda unggul 1-0. Namun, Maroko tetap tenang meski terus berpacu dengan waktu hingga akhirnya menyamakan kedudukan lewat sundulan Issa Diop di penghujung pertandingan sebelum memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Dalam keterangannya kepada FIFA, Mazraoui menegaskan mentalitas tim menjadi pembeda pada laga tersebut.
“Kami tidak pernah kehilangan ketenangan sepanjang pertandingan, bahkan di menit-menit terakhir. Kami tidak panik meski mereka mulai bertahan lebih dalam. Pada akhirnya, umpan luar biasa dari Chemsdine Talbi berhasil dimanfaatkan Issa Diop dengan sundulan yang luar biasa,” ujar Mazraoui.
Bek Morocco national football team itu mengakui Belanda merupakan salah satu lawan terkuat yang bisa dihadapi di turnamen ini. Karena itu, kemenangan tersebut menjadi bukti perkembangan tim nasional Maroko dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini pertandingan yang sangat sulit melawan lawan yang sangat kuat. Mereka termasuk sepuluh tim terbaik di dunia dan kandidat juara Piala Dunia. Cara kami memenangkan pertandingan ini menunjukkan hasil dari kerja keras yang telah dilakukan tim nasional,” katanya.
Pada babak kedua, Maroko tampil dominan dengan lebih banyak menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Meski Belanda sempat berhasil memanfaatkan serangan balik untuk mencetak gol, Maroko mampu memaksakan hasil imbang 1-1 hingga pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Penendang terakhir Maroko, Ismael Saibari, sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan setelah kiper Yassine Bounou menggagalkan tendangan kelima Belanda.
“Rasanya luar biasa. Namun yang paling penting adalah kami berhasil lolos ke babak berikutnya. Terima kasih kepada semua orang atas kerja kerasnya,” kata Saibari.
Mazraoui juga menilai strategi Belanda pada babak kedua memang sengaja memberikan penguasaan bola kepada Maroko untuk mengandalkan serangan balik.
“Mereka memang ingin bermain dengan serangan balik dan membiarkan kami menguasai bola. Strategi itu sempat berhasil karena gol mereka berasal dari serangan balik. Tetapi kami mampu menyamakan skor dan membawa pertandingan ke adu penalti,” ucapnya.
Keberhasilan ini membuat Maroko tetap mempertahankan tren positif setelah pencapaian bersejarah finis di peringkat keempat Piala Dunia 2022. Hingga kini, Singa Atlas masih belum terkalahkan di Piala Dunia 2026.
Pada babak 16 besar, Maroko akan menghadapi tuan rumah Canada national soccer team pada 4 Juli mendatang. Mazraoui memastikan timnya tetap rendah hati dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
“Setiap Piala Dunia berbeda. Kami ingin terus membuktikan bahwa kami mampu melakukan sesuatu yang baru. Kami berada di jalur yang tepat sebagai federasi dan tim nasional. Kami akan tetap rendah hati hingga akhir,” tutup pemain Manchester United F.C. tersebut. (Sum)







