SIDAKPOST.ID, ATLANTA – Timnas Maroko menunjukkan mental kuat saat bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut memastikan Singa Atlas finis di posisi kedua klasemen Grup C dengan koleksi tujuh poin dan berhak melaju ke babak 16 besar. Pada fase gugur nanti, Maroko akan menghadapi juara Grup F di Monterrey pada 29 Juni mendatang.
Meski berstatus unggulan, Maroko sempat dibuat kesulitan oleh Haiti yang tampil lepas tanpa beban. Bahkan, Haiti berhasil membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui gol bunuh diri kiper Maroko, Yassine Bounou.
Gol itu bermula dari umpan tarik Jean-Kevin Duverne yang disambut sentuhan tumit Lenny Joseph. Bola kemudian memantul dan masuk ke gawang Maroko setelah mengenai Bounou. Gol tersebut menjadi gol pertama Haiti di ajang Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir.
Tertinggal satu gol membuat Maroko meningkatkan intensitas serangan. Setelah beberapa peluang berhasil digagalkan kiper Haiti, Johny Placide, Maroko akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-39 lewat Achraf Hakimi.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Haiti kembali memimpin pada menit ke-43 melalui tendangan jarak jauh spektakuler Wilson Isidor yang tak mampu dihentikan Bounou.
Menjelang turun minum, Maroko kembali menyamakan skor. Berawal dari umpan tarik Hakimi, Ismael Saibari sukses menuntaskan peluang pada masa injury time babak pertama untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Memasuki babak kedua, Maroko tampil lebih dominan dan terus menekan pertahanan Haiti. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-78 saat Soufiane Rahimi mencetak gol usai memanfaatkan situasi sepak pojok yang sempat membentur pemain lawan.
Keunggulan Maroko semakin aman setelah pemain muda Gessime Yassine mencetak gol keempat pada menit ke-89 sekaligus memastikan kemenangan 4-2.
Dalam rilis FIFA, gelandang Maroko Bilal El Khannouss mengakui timnya sempat tampil kurang maksimal pada awal pertandingan.
“Pada beberapa momen kami kurang rendah hati dan harus membayar mahal. Kami tidak cukup berkomitmen dalam duel-duel dan memberi mereka kepercayaan diri untuk berkembang dalam pertandingan. Saat jeda, pelatih meminta kami bermain lebih agresif dan meningkatkan intensitas serangan,” katanya.
Sementara itu, Achraf Hakimi menilai perubahan mentalitas di babak kedua menjadi kunci kebangkitan timnya.
“Ini pertandingan yang sulit. Kami tidak memulai laga dengan baik, tetapi kami mengubah pola pikir dan bekerja keras untuk bangkit. Kami menang berkat cara kami menyerang. Sekarang kami harus memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” ujar Hakimi.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, juga mengakui timnya membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan.
“Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami tidak memulai dengan baik, tetapi perlahan kami mulai menemukan permainan yang kami inginkan,” katanya. (Sum)







