BPJS Ketenagakerjaan Muara Bungo Luncurkan MANDALA, Program Pemberdayaan Ekonomi Ahli Waris

BPJS Ketenagakerjaan Muara Bungo Luncurkan MANDALA, Program Pemberdayaan Ahli Waris Peserta Jaminan sosial Ketenagakerjaan. Foto : Julian

SIDAKPOST.ID, BUNGO – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo meluncurkan program inovatif MANDALA atau Membangun Kemandirian Melalui Dana Layanan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di Barka Cafe, Jumat (19/6/2026).

Program ini menjadi langkah nyata untuk memastikan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti sebagai santunan, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ahli waris maupun pekerja yang mengalami risiko sosial ekonomi.

Kegiatan ini turut dihadirkan narasumber Yogi Rahmat Febrinandi, seorang pengusaha muda sukses, berlatar belakang sebelumnya menjadi karyawan google, materi pelatihan tentang kewirausahaan usaha Laundry dan cucian mobil. Hadir juga, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bungo, serta perwakilan Bank BSI Cabang Muara Bungo, dan peserta penerima manfaat.

Baca Juga :  Disidik Gakkum KLHK: Kasus Karhutla PT. Kumai Sentosa Segera Disidangkan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo, Ahmad Bisyri, menyampaikan bahwa melalui program MANDALA, negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan peserta dan keluarganya tidak berjalan sendiri ketika risiko terjadi. Santunan yang diterima diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sementara, tetapi juga dapat dikelola secara bijak untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Ia menegaskan bahwa pelatihan pemberdayaan dan kewirausahaan dalam program MANDALA tidak menggunakan dana manfaat yang diterima oleh ahli waris.

Baca Juga :  197 CASN Kabupaten Kerinci Terima SK dari Bupati Adirozal

Pelatihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor perbankan, dan stakeholder terkait, sehingga manfaat yang diterima ahli waris tetap utuh dan dapat digunakan sesuai kebutuhan keluarga.

” Melalui pelatihan ini, para penerima manfaat mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan keuangan, penguatan literasi, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan. Dengan pendampingan yang tepat, santunan yang diterima diharapkan dapat dikelola secara lebih produktif, membuka peluang usaha, serta menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga,” ujar Ahmad Bisyri.