Diduga Jadi Pusat Solar Ilegal, Gudang BBM di Jalan Lingkar Bungo Bebas Beroperasi

Kondisi gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM jenis solar ilegal di kawasan Jalan Lingkar Muara Bungo. Foto : Achamd

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Aktivitas dugaan penimbunan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal diduga masih bebas berlangsung di wilayah Kabupaten Bungo.

Salah satu gudang yang berada di kawasan Jalan Lingkar Muara Bungo disebut-sebut menjadi lokasi penyimpanan sekaligus penjualan solar ilegal dalam jumlah besar.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, gudang tersebut diduga milik seorang pengusaha bernama Kiki, yang disebut telah lama menjalankan aktivitas bisnis BBM ilegal di Kabupaten Bungo.

Berdasarkan pantauan di lapangan, gudang yang dipagar seng tersebut diduga menjadi tempat penimbunan puluhan ton solar. Di lokasi terlihat sejumlah tangki penampungan, tandon berkapasitas sekitar satu ton, drum, hingga tangki rakitan yang diperkirakan mampu menampung 5 hingga 10 ton BBM.

Baca Juga :  Disdik Bungo Akan Lakukan Pemerataan Guru

Salah seorang warga RK di sekitar lokasi mengaku gudang tersebut telah lama beroperasi dan aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut BBM kerap terjadi.

“Gudang minyak itu milik Kiki, sudah cukup lama beroperasi di sini,” ujar warga RK sata dikonfirmasi sidakpost.id, Jumat (22/05).

Selain itu, sidakpost.id juga mendapati sejumlah kendaraan yang diduga sedang melakukan pengisian BBM. Salah seorang sopir mengaku hanya diperintahkan mengambil solar untuk dibawa ke wilayah Batu Kerbau.

Baca Juga :  Kepengurusan Karang Taruna Enam Kecamatan di Bungo Resmi Dikukuhkan

“Saya cuma jemput minyak di sini. Mau dibawa ke Batu Kerbau untuk alat berat,” singkatnya.

Informasi lain diperoleh menyebutkan, BBM tersebut diduga juga dipasok ke sejumlah wilayah lain, termasuk Limbur Lubuk Mengkuang, yang diduga digunakan untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Keberadaan gudang tersebut disebut menjadi alternatif bagi para pelaku usaha ilegal karena harga solar yang dijual lebih murah dibanding pasaran ilegal lainnya. Solar diduga dijual dengan kisaran harga Rp15 ribu per liter atau sekitar Rp500 ribu per galon.