Cara Menghindari Heatstroke Saat Bekerja di Sawah atau Ladang

Ilustrasi petaani yang bekerja di bawah terik matahari. Gambar: AI

Heatstroke atau serangan panas merupakan kondisi berbahaya yang bisa menimpa petani saat bekerja di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis karena paparan panas ekstrem, dan tubuh tidak mampu mendinginkannya dengan cukup cepat.

Gejala heatstroke antara lain pusing, mual, kulit kering meski berkeringat sebelumnya, kebingungan, detak jantung cepat, bahkan bisa menyebabkan pingsan. Jika tidak ditangani segera, heatstroke bisa merusak organ vital bahkan berujung pada kematian.

Untuk mencegah heatstroke, petani perlu memperhatikan waktu kerja. Hindari bekerja di luar ruangan antara pukul 11 siang hingga 3 sore, karena pada jam-jam ini suhu berada di puncaknya. Sebaiknya bekerja di pagi atau sore hari.

Baca Juga :  Ini Dia, Fakta Buruk Tentang Gula Yang Perlu Kita Ketahui

Kenakan pakaian longgar berwarna terang yang bisa memantulkan panas. Gunakan caping atau topi lebar untuk melindungi kepala dan leher. Istirahat setiap satu atau dua jam di tempat yang teduh bisa membantu menurunkan suhu tubuh.

Minum air putih secara rutin sangat penting, meskipun tidak merasa haus. Dehidrasi dapat mempercepat terjadinya heatstroke. Bawa botol air sendiri ke ladang dan minumlah setiap 15-30 menit sekali.

Jika seseorang mengalami gejala heatstroke, segera pindahkan ke tempat sejuk, buka pakaian yang ketat, beri minuman dingin (bukan es langsung), dan kompres dengan kain basah. Jika tidak membaik dalam beberapa menit, segera cari bantuan medis.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Umumkan Pencapaian UHC Kabupaten Bungo, Jamin Kesehatan Seluruh Warga

Penting bagi petani untuk mengenali tanda-tanda awal heatstroke dan tidak memaksakan diri saat tubuh terasa lemas. Edukasi dari penyuluh kesehatan desa tentang risiko heatstroke perlu terus ditingkatkan.

Menjaga diri dari heatstroke berarti melindungi kesehatan dan keberlanjutan pekerjaan di sektor pertanian. Petani yang sehat adalah aset penting bagi ketahanan pangan nasional.

Editor: Madi