Bungo  

Jelang Pelantikan Bupati dan wakil Bupati Bungo, JOIN Ajak Insan Pers Jaga Kondusifitas

Momen DPW JOIN dan DPD JOIN Bungo kompak bersilaturahmi. Foto. Dok JOIN

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Jelang pelantikan bupati dan wakil bupati Bungo tahun 2025. DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) kabupaten Bungo ajak seluruh insan pers untuk menjaga situasi dan kondusifitas wilayah.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW JOIN provinsi Jambi, Zakaria tak lama lagi Bupati dan wakil Bupati Bungo akan dilantik maka, diperlukan situasi aman dan kondusif agar proses pelantikan itu berjalan lancar.

JOIN mendukung Polda Jambi dalam menjaga kondusifitas selama masa pelantikan Bupati dan wakil Bupati Bungo tahun 2025. Tentu peran jurnalis sangat penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Baca Juga :  Dinas Sosial P2KB dan P3A Bungo Gelar Pertemuan Diseminasi Audit Kasus Stunting

“Tentu sebagai jurnalis profesional kita tidak akan memberikan informasi hoax atau informasi tidak benar sehingga itu bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,’ ucap Bung Zeck sapaan akrabnya, Jumat (23/5/2025).

Ia juga menambhakan, semua informasi yang disampaikan ke publik juga harus benar benar akurat informasi tersebut. Tak cuma itu, seluruh media sosial juga perlu filter dengan baik mana yang baik dan mana yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Pada intinya, kami JOIN mendukung penuh Polda Jambi dalam menjaga situasi dan kondusifitas di Jambi khususnya di Kabupaten Bungo selama proses pelantikan berjalan kondusif,” tutupnya.

Baca Juga :  Honorer Gajinya Bukan Bersumber dari Ini? Tak Bisa Ikut Pendataan

Senada disampaikan oleh Ketua DPD JOIN Bungo, Achmad Mubarak sesuai instruksi ketua DPW JOIN Jambi untuk menjaga situasi kondusifitas menjelang pelantikan bupati dan wakil bupati nanti harus ditetapkan di keluarga besar JOIN.

“Saya rasa rekan rekan JOIN Bungo yakin akan bekerja profesional, serta mendukung penuh Polda Jambi serta Polres Bungo menjaga kondusifitas jelang pelantikan bupati dan wakil bupati Bungo, hindari penyebaran berita hoax yang belum tentu kebenarannya,” tutupnya. (sri)